Kali Ciputat Tangsel Dikubur, Mal BXchange Berdiri Subur; Rumah Warga Hilir Terancam Hancur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan penghilang Kali Ciputat, Kota Tangerang Selatan menjadi sorotan. Mal BXChange diduga sebagai pelaku penghilang kali tersebut. (FOTO; Dok)

Dugaan penghilang Kali Ciputat, Kota Tangerang Selatan menjadi sorotan. Mal BXChange diduga sebagai pelaku penghilang kali tersebut. (FOTO; Dok)

Peta Belanda Kali Ciputat, Kota Tangerang Selatan.(Dok)

Menurut Indra, perubahan mulai terjadi setelah proyek rehabilitasi pintu air dan pembangunan tanggul di aliran utama Kali Ciputat pada 2024. Sejak itu, aliran Kali Ciputat kecil yang mengarah ke kawasan BXChange tidak lagi berfungsi.

“Dulu airnya jernih, bisa buat mandi, berenang. Saya pernah menyusuri sampai Pondok Jaya,” ujarnya.

Pada dekade 1980–1990-an, aliran tersebut menjadi bagian dari kehidupan warga. Airnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara sungai menjadi habitat ikan tawar seperti tawes, gabus, dan betok, serta kerang air tawar.

Selain fungsi domestik, aliran itu juga berperan dalam mengairi sawah yang dahulu membentang di kawasan tersebut—lahan yang kini telah berubah menjadi kawasan komersial.

“Dulu fungsinya buat sawah, airnya mengalir bagus,” kata Indra.

Ia berharap aliran itu dapat dipulihkan. “Yang penting hidup lagi, dirapikan,” ujarnya.

Perubahan aliran di hulu diduga berdampak pada wilayah hilir. Salah satu kawasan yang merasakan dampaknya adalah Komplek Taman Mangu Indah. Perumahan yang dilintasi Kali Ciputat itu kini menghadapi peningkatan intensitas banjir.

BACA JUGA :  Ibu Rumah Tangga di Tangerang Ditemukan Terbujur Kaku di Rumah Kontrakan

Di RW 12, Kelurahan Jurang Mangu Barat, puluhan rumah memasang plang “Dijual”. Dari pendataan lapangan, sekitar 38 rumah menawarkan diri untuk dilepas pemiliknya.

Seorang warga yang telah tinggal lebih dari 30 tahun menyebut banjir sebagai alasan utama.

“Saya kurang tahu detailnya, tapi yang jelas karena banjir,” ujarnya.

Fenomena rumah dijual meningkat sejak 2024—periode yang beriringan dengan perubahan aliran air. Banjir yang kian sering terjadi tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga menggerus rasa aman warga.

BACA JUGA :  Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Warga Jangan Mendekat!

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page