Menurut Okeu, penggunaan dana Baznas menjadi pilihan paling rasional mengingat urgensi kondisi rumah tersebut. Pendanaan melalui APBD dinilai kurang fleksibel karena terikat prosedur penganggaran yang ketat.
“Jika melalui APBD, prosesnya panjang karena harus masuk ke Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) perubahan atau perencanaan tahun sebelumnya (N-1). Jika mengandalkan APBD, penanganan baru bisa dilakukan pada Oktober mendatang. Sementara itu, anggaran dari iuran ASN di Baznas jauh lebih fleksibel dan bisa digunakan sewaktu-waktu bagi warga yang membutuhkan,” jelas Okeu Saat ditemui di kantornya, Senin, (20/4/2026).
Disisi lain, ia membeberkan anggaran yang diberikan pada kusnadi bersifat stimulan dengan nominal 25 juta dan pembangunan dengan tipe 36
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita berikan anggaran stimulan dengan nilai Rp25 juta pembanguna tipe 36, kita harapkan ada swadaya, bukan hanya dari Pak Kusnadi, tapi juga dari lingkungan sekitar, saudara, maupun pihak desa dan kecamatan,” kata Okeu.
Kendati demikian, Okeu mengungkapkan, sebelumnya telah melakukan asesment namun kusnadi terkendala dengan anggaran swadaya
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






