Dirut BGN ‘Menca-menca’ Sebut Pihak SPPG di Banten Goblok!

Rabu, 22 April 2026 - 13:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN), Dalam pertrmuan Kordinasi dan Evaluasi di Hotell Aston Serang ( Doc)

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN), Dalam pertrmuan Kordinasi dan Evaluasi di Hotell Aston Serang ( Doc)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Seorang yang diduga Pengawas Badan Gizi Nasional (BGN) pusat Menca-menca atau Memaki-maki peserta Sppg dengan kata kata Kasar dalam pertemuam Kordinasi dan evaluasi di salah satu Hotel Serang.

Pantawan di lokasi pria itu secara terang-terangan menyebut peserta tidak kompeten, bahkan melontarkan kata ‘goblok’ berulang kali di hadapan forum resmi.

BACA JUGA :  Inflasi Banten Capai 2,70 Persen pada Mei 2026, Lebak Tertinggi

Diketahui, Insiden terjadi saat ia mempertanyakan pemahaman peserta terhadap Petunjuk Teknis (Juknis).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN), Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, mengatakan, para peserta Sppg tidak membaca data dan tidak profesional dalam menjalankan tugas.

“Kamu biasa kaya gini kelakuannya, sudah ditampilin begini datanya, nggak bisa baca? Kalau mending dapur kalian bagus, kalau mending kamu bisa baca juknis. Datanya goblok semua kalian! Mohon maaf saya kasar, tapi emang goblok! Kalau orang pinter, baca! Malas lihat data, tidak ada yang bisa menjelaskan ke saya bagaimana juknis yang ada,” ujar Brigjen TNI Albertus Dony, dengan nada tinggi, Selasa (21/4/2026)

BACA JUGA :  Pemkot Serang Kini Punya Payung Hukum Gedung 'Pencakar Langit' Akomodir Investor

Penulis

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : Totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026
Disnakertrans Kabupaten Serang Akui Penyerapan Tenaga Kerja Rendah
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Berita Terbaru