Strategi BPKAD Kabupaten Serang Menjaga Resiliensi Fiskal di Tengah Efisiensi Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 12:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala BPKAD Kabupaten Serang, Agus Firdaus. (Dok. TotalBanten.com)

Plt Kepala BPKAD Kabupaten Serang, Agus Firdaus. (Dok. TotalBanten.com)

“Kami sudah menghitung potensi efisiensi sejak awal. Setelah Surat Edaran Bupati terbit, akan kami tindaklanjuti dengan petunjuk teknis agar kebijakan penghematan, seperti belanja perjalanan dinas hingga 50 persen, tidak menimbulkan kesalahpahaman di tingkat pelaksana,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Dalam praktiknya, hasil efisiensi anggaran tidak serta-merta dapat dialihkan ke pos belanja lain. BPKAD menegaskan bahwa mekanisme pergeseran anggaran tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA :  Majalah Total Banten Edisi 51 Membahas Retribusi Sampah hingga Badak Jawa

Dana hasil efisiensi akan diakumulasi terlebih dahulu sebelum kemudian direalokasikan pada momentum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara regulasi, pergeseran antar sub kegiatan tidak bisa dilakukan secara langsung. Oleh karena itu, hasil efisiensi akan dikumpulkan dan dimanfaatkan secara optimal pada saat perubahan APBD, sehingga tetap sesuai dengan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel,” jelas Agus.

BACA JUGA :  Postur APBD Serang 2026 Disepakati Rp3,1 T, Tapi SiLPA Rp53 Miliar Bikin Gaduh Banggar

Tak hanya fokus pada efisiensi belanja perjalanan dinas, BPKAD juga berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk meninjau kebutuhan sumber daya manusia (SDM).

Strategi yang diambil adalah mengoptimalkan personel yang ada, sehingga tidak terburu-buru melakukan penambahan pegawai baru, khususnya untuk menggantikan pegawai yang memasuki masa pensiun.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Berita Terbaru