TOTALBANTEN.COM, LEBAK – Rumah aspirasi milik Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya mendadak disegel. Penutupan itu dilakukan setelah muncul dugaan tempat tersebut menjadi lokasi berkumpul aparatur sipil negara (ASN) yang diduga membahas bahkan melakukan praktik transaksi jabatan.
Pantauan di lokasi, Selasa (10/3/2026), sejumlah barang dari dalam gedung terlihat dikeluarkan oleh pekerja. Di antaranya mukena, bantuan susu untuk ibu hamil, hingga foto Bupati dan Wakil Bupati Lebak yang sudah dibingkai rapi.
Seorang petugas yang ikut mengosongkan bangunan mengaku hanya menjalankan perintah untuk menutup aktivitas di rumah aspirasi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya hanya mendapat perintah untuk mengosongkan rumah aspirasi ini, karena diduga dipakai sebagai kantor memverifikasi para PNS yang ingin naik jabatan atau mutasi,” ujarnya kepada wartawan, seraya meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai kantor relawan kampanye pasangan Hasbi–Amir itu diketahui milik Mulyadi Jayabaya, ayah kandung Hasbi.
Saat dikonfirmasi, JB—sapaan Mulyadi Jayabaya—membenarkan bahwa dirinya yang memutuskan menutup rumah aspirasi tersebut. Ia mengaku menerima berbagai laporan soal aktivitas yang dinilai tidak semestinya terjadi di lokasi itu.
“Betul, rumah aspirasi itu saya tutup karena sering dipakai hal-hal yang tidak benar,” kata JB tegas.
Menurut JB, ia beberapa kali mendapat laporan adanya pejabat pemerintah yang datang menggunakan kendaraan dinas berpelat merah. Mereka disebut kerap berkumpul di rumah aspirasi tersebut.
Editor : Andre Sumanegara
Sumber Berita : Totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






