Ia menilai, skema tersebut dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat serta menjadi salah satu instrumen pengurangan kemiskinan ekstrem.
Ferry menyebut Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ranjeng sebagai salah satu contoh yang telah berjalan. Koperasi tersebut disebut telah beroperasi selama beberapa bulan dengan pendapatan sekitar Rp150 juta per bulan.
Menurut dia, model pengelolaan seperti di Ranjeng diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai penggerak ekonomi desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, percepatan penyelesaian persoalan lahan di berbagai daerah dinilai menjadi faktor penting agar target pembangunan Kopdes secara nasional dapat terealisasi sesuai rencana.
“Ini nanti akan dikelola, dioperasionalkan oleh pengurus koperasi desa, pengelola koperasi desa Ranjeng, mereka sudah operasional beberapa bulan belakangan ini dan sudah punya pendapatan keuntungan Rp150.000.000 per bulan,” ucap Ferry
Penulis : Saepul Aripin
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : Totalbanten.com






