“Setiap desa harus menemukan potensinya. Misalnya Desa Bojong fokus pada sayuran hidroponik, ada desa yang khusus ayam petelur, ada yang perikanan lele. Dengan begitu, kebutuhan pangan bisa dipasok langsung dari desa,” katanya.
Zakiyah menjelaskan, pengembangan potensi desa juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang jumlahnya terus bertambah di wilayah Padarincang. Saat ini terdapat sekitar 12 SPPG yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan.
“Nanti saya akan sampaikan kepada kepala-kepala SPPG agar mengambil kebutuhan sayuran dari desa-desa yang sudah memiliki produksinya. Ini akan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling mendukung,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengajak masyarakat desa untuk terus berinovasi dan tidak ragu mengembangkan usaha produktif.
“Jangan malu menjadi orang desa. Dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Kalau potensi digali dan gotong royong berjalan, saya yakin kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” kata Zakiyah.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






