“Di Badan Wakaf Al-Qur’an, selain pendistribusian mushaf, kami juga memiliki program pembinaan Al-Qur’an, salah satunya untuk memberantas buta baca Al-Qur’an,” kata Nana.
Menurut Nana, pihaknya tengah membentuk tim verifikasi data untuk memetakan jumlah warga yang belum bisa membaca Al-Qur’an di Kota Serang.
Proses pendataan akan melibatkan Satgas, Kementerian Agama, kelurahan, hingga RT agar data valid dan tidak tumpang tindih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Leading sektornya nanti dari kelurahan dan RT. Akan didata berapa guru ngajinya, berapa santrinya, dan siapa saja yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Insyaallah datanya valid karena kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Nana menjelaskan, dalam pelaksanaannya, pembelajaran tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tetapi juga melalui aplikasi Serang Mengaji, yang menyediakan portal pembelajaran daring.
Ia juga menyiapkan berbagai bentuk dukungan bagi guru ngaji, termasuk program Motor Dakwah.
“Untuk wilayah terpencil, pesisir, atau medan sulit, kami bisa fasilitasi motor dakwah atau sarana lain sesuai kebutuhan. Program ini sudah kami jalankan di berbagai daerah di Indonesia,” pungkasnya.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : Totalbanten.com






