“Kalau personel sudah turun, tetapi peralatannya terbatas, tentu penanganan tidak optimal. Ke depan, kebutuhan BPBD harus menjadi perhatian,” kata dia.
Menelusuri Akar Masalah
Dari sisi lain, Koordinator Perkumpulan Pemuda dan Mahasiswa Ruang Nalar, Muhamad Lutfi, melihat banjir di Kabupaten Serang bukan semata peristiwa alam musiman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutnya sebagai pengingat bahwa penanganan banjir membutuhkan kerja bersama lintas wilayah dan kewenangan.
“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlu pemetaan kewenangan yang jelas agar tidak terjadi saling lempar tanggung jawab,” ujar Lutfi.
Berdasarkan kajian komunitasnya, wilayah terdampak banjir di Kabupaten Serang dapat dibagi dalam tiga zona dengan karakter berbeda.
Zona barat, meliputi Anyar, Cinangka, dan Padarincang, kerap mengalami banjir bandang akibat luapan sungai kecil dan kiriman air dari perbukitan.
Zona tengah dan timur, seperti Kibin, Cikande, Kragilan, Ciruas, Kopo, dan Jawilan lebih sering terdampak luapan Sungai Ciujung dan Cidurian yang belum seluruhnya memiliki tanggul memadai.
Sementara itu, wilayah utara seperti Pontang, Tirtayasa, Lebakwangi, Binuang, dan Carenang menghadapi banjir kiriman yang diperparah air pasang laut.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






