“Isunya selalu muncul setiap ada rekrutmen kepala sekolah. Meskipun secara pribadi saya belum pernah ditawari secara langsung, kabar mengenai praktik (uang) itu terus beredar di lingkungan kami,” ujarnya saat ditemui, Minggu (18/1/2026).
Walau dibayangi keraguan terhadap integritas proses seleksi, ia menyatakan tetap akan mengikuti prosedur yang ditetapkan pemerintah. Ia berharap mekanisme yang berjalan kali ini benar-benar mengedepankan transparansi.
“Harapan saya hanya satu, biarkan mereka yang benar-benar kompeten yang terpilih demi kemajuan sekolah,” tambahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaludin menegaskan, hingga kini pihaknya belum menemukan bukti otentik terkait adanya praktik transaksional maupun pengistimewaan terhadap kandidat tertentu.
“Itu mungkin isu lama yang muncul kembali. Saya tidak tahu-menahu mengenai hal itu karena prosesnya baru saja dimulai. Secara teknis, kami bahkan belum melangkah ke tahap seleksi kompetensi,” kata Jamaludin di Tangerang.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






