Kota Serang Menuju Arah Baru, Industri Manufaktur hingga Gedung Pencakar Langit Bisa Masuk!

Minggu, 18 Januari 2026 - 19:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Serang di Kerumunj Investasi Asing, Realisasi Angka Mencapai Rp. 650 Milyar

Pemerintah Kota Serang di Kerumunj Investasi Asing, Realisasi Angka Mencapai Rp. 650 Milyar

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Kota Serang tengah berada di titik persimpangan sejarah ekonomi. Ibu kota Provinsi Banten ini sedang berupaya melepas citra sebagai kota administratif murni menjadi pusat pertumbuhan ekonomi vertikal dan manufaktur. Masuknya investasi asing senilai Rp 650 miliar di utara kota serta kebijakan gedung bertingkat hingga 30 lantai menjadi motor penggerak transformasi tersebut.

BACA JUGA :  Data Perceraian di Banten Tinggi; Dipicu Perselisihan, Ekonomi, Judi Hingga Murtad

Sepanjang semester pertama tahun 2025, denyut ekonomi di ‘Kota Madani’ ini menunjukkan performa yang cukup stabil. Berdasarkan data realisasi investasi dari DPMPTSP, Kota Serang telah menyerap modal sebesar Rp 607,09 miliar, atau sekitar 68,44 persen dari target tahunan yang dipatok di angka Rp 887,06 miliar.

Meski demikian, data menunjukkan adanya fluktuasi tajam. Setelah mencapai puncak pada Triwulan II dengan realisasi Rp 287,65 miliar, angka investasi melambat secara drastis pada Triwulan III menjadi Rp 101,16 miliar. Perlambatan ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk segera mengeksekusi komitmen investasi besar guna menutup selisih target sebesar Rp 279,9 miliar di penghujung tahun.

Kecamatan Kasemen kini menjadi pusat perhatian. Kelurahan Sawah Luhur, yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan dengan luas lahan basah mencapai 7.418,6 hektar, kini mulai bersiap menerima karakter ekonomi baru: industri manufaktur.

Dalam Peraturan Dearah (Perda) Kota Serang, nomor 8 tahun 2020 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2020-2040, Kecamatan Kasemen, khususnya Sawah Luhur memang diperuntukan untuk Kawasan Industri.

BACA JUGA :  Nasib Sarjana di Banten; Terpaksa Masuk S2 Agar Tak Dicap Pengangguran di Gudangnya Industri 

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Berita Terbaru