Gelombang PHK Mencekam! Kemenperin Ungkap 2 Juta Buruh Jadi Korban Kebijakan Relaksasi Impor

Jumat, 1 Agustus 2025 - 03:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PHK

Ilustrasi PHK

JAKARTA – Kebijakan relaksasi impor yang digadang-gadang mempermudah arus barang ternyata menyimpan bom waktu bagi buruh di Tanah Air.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap data mengejutkan, di mana sekitar 2 juta buruh terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kebijakan kontroversial tersebut.

Data yang diungkap Kemenperin menunjukkan, gelombang PHK massal ini terjadi dalam kurun waktu Agustus 2024 hingga Februari 2025.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, tak menampik bahwa angka mengerikan ini adalah dampak langsung dari diterapkannya relaksasi impor yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8.

“Kalau lihat angka tadi hampir sekitar 2 juta itu (PHK) risiko yang kita tanggung dari pemberlakuan kebijakan relaksasi impor,” tegas Febri dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (31/7/2025).

BACA JUGA :  806 Karyawan di Kabupaten Serang Jadi Korban PHK dari Januari-Juli 2025

Penulis

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dituntut 5 Tahun Penjara, Direktur PT PMT Minta Dibebaskan dalam Kasus Limbah Cikande
Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel, Feri Amsari: Warga Berhak Menggugat
Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook
Kejari Serang Hentikan Kasus Dugaan Korupsi KPU, Upah Pelipat Surat Suara Diduga Disunat hingga 60 Persen
Bupati Serang Minta Lintas Sektor Kolaborasi Tekan Stunting dan Gizi Buruk
Diduga Rem Blong, Mobil Rombongan Manasik Haji Tabrak Motor dan Bus Murni di Pandeglang
Anak 15 Tahun Tenggelam di Kolam Retensi Pemprov Banten
Kapal Ferry Milik PT ASDP Terbakar di Selat Sunda, Penumpang Dievakuasi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:25

Dituntut 5 Tahun Penjara, Direktur PT PMT Minta Dibebaskan dalam Kasus Limbah Cikande

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:34

Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:04

Kejari Serang Hentikan Kasus Dugaan Korupsi KPU, Upah Pelipat Surat Suara Diduga Disunat hingga 60 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22

Bupati Serang Minta Lintas Sektor Kolaborasi Tekan Stunting dan Gizi Buruk

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Diduga Rem Blong, Mobil Rombongan Manasik Haji Tabrak Motor dan Bus Murni di Pandeglang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page