Jejak Pengkhianatan dan Runtuhnya Daulat Lada di Banten

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:27

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Reruntuhan bangunan Surosowan Banten. (Dok)

Namun, stabilitas itu goyah dari dalam. Abu Nashar Abdul Qahhar atau dikenal Sultan Haji, sang putra mahkota, terjebak dalam krisis identitas dan paranoia politik.

Sejarawan Claude Guillot dalam bukunya, Banten: Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII, membedah bagaimana VOC secara cerdik mengeksploitasi keraguan Sultan Haji.

Belanda membawa kabar burung bahwa takhta Sultan Haji akan diberikan kepada Pangeran Purbaya, hal ini yang menjadi pemantik pengkhianatan Sultan Haji pada ayahnya.

Pada 1680, ia memutuskan bersekutu dengan VOC untuk mendongkel ayahnya sendiri. Strategi divide et impera atau adu domba ini berjalan mulus.

VOC membantu pemberontak Sultan Haji dengan mengirimkan sedikitnya 1.000 hingga 1.500 serdadu Eropa berpengalaman dan ribuan tentara bayaran Ambon serta Bugis untuk mengepung keraton Tirtayasa.

Sultan Ageng Tirtayasa yang tertangkap dijebloskan ke dalam penjara oleh darah dagingnya sendiri. Kemenangan Sultan Haji atas ayahnya pada 1683 adalah kemenangan semu.

Melalui Perjanjian 1684 yang tertuang dalam Corpus Diplomaticum Neerlando-Indicum, Banten secara de facto menjadi protektorat Belanda. Sultan Haji terjerat dalam kondisi psikologis learned helplessness atau ketidakberdayaan yang dipelajari.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi
Dinsos Banten Dorong KPM Berdaya dan Mandiri Lewat Program Pembinaan Lanjut
Syarifudin Salwani Kunjungi Pengungsi TPA Jatiwaringin, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Sampah Menumpuk di Stadion Badak Pandeglang, Laskar Biru Turun Tangan, Warga Soroti DLH
Festival Anyer–Panarukan, Kabupaten Serang Hidupkan Kembali Jejak Sejarah yang Menyatukan Pulau Jawa
Andra Soni Sesumbar di Exciting Banten Festival 2026: Anyer Harus Kembali Jadi Top of Mind Wisatawan
Menyusuri Jejak Leluhur di Laut Carita, Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti Ruwat Laut
Di Pantai Anyer, Festival Ini Tak Sekadar Hiburan: Warga Bisa Berobat, Urus KTP hingga Dapat Beasiswa
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silahkan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:07

MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:09

Dinsos Banten Dorong KPM Berdaya dan Mandiri Lewat Program Pembinaan Lanjut

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:36

Syarifudin Salwani Kunjungi Pengungsi TPA Jatiwaringin, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:35

Sampah Menumpuk di Stadion Badak Pandeglang, Laskar Biru Turun Tangan, Warga Soroti DLH

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:42

Festival Anyer–Panarukan, Kabupaten Serang Hidupkan Kembali Jejak Sejarah yang Menyatukan Pulau Jawa

Berita Terbaru

Exit mobile version