TOTALBANTEN.COM, SERANG — Di jantung Kota Serang, Banten, Stadion Maulana Yusuf tengah berupaya membasuh wajahnya. Riuh rendah aktivitas niaga yang bertahun-tahun berkelindan dengan deru napas para atlet kini mulai ditata. Pengembalian fungsi gelanggang ini bukan sekadar urusan semen dan aspal, melainkan sebuah ikhtiar memulangkan jati diri ruang publik demi melahirkan generasi emas dari tanah jawara.
Selama sepuluh bulan terakhir, atmosfer di stadion kebanggaan warga Serang ini perlahan berubah. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Kota Serang mulai menerjemahkan visi politik kepemimpinan Budi Rustandi ke dalam kebijakan yang menyentuh akar rumput. Fokusnya tunggal: mengembalikan marwah fasilitas olahraga sebagai kawah candradimuka bagi para pemuda.
Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, mengungkapkan bahwa langkah awal yang paling menantang adalah melakukan ‘pemurnian’ fungsi stadion.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin atlet memiliki ruang latihan yang layak. Sebelumnya, kawasan ini sudah menjadi semi-pusat perdagangan. Kini, kami kembalikan sebagai sarana prasarana olahraga murni,” ujar Zeka saat ditemui di Serang, Minggu (4/1/2026).
Dari Serang untuk Dunia
Upaya ‘sterilisasi’ ini bukan tanpa alasan. Prestasi olahraga Kota Serang kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Nama-nama atlet muda mulai menghiasi papan skor, mulai dari arena karate di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) hingga panggung paling bergengsi di dunia melalui keberhasilan lifter Rizki Juniansyah menyabet emas Olimpiade.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya