Jejak Pengkhianatan dan Runtuhnya Daulat Lada di Banten

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reruntuhan bangunan Surosowan Banten. (Dok)

Reruntuhan bangunan Surosowan Banten. (Dok)

Namun, stabilitas itu goyah dari dalam. Abu Nashar Abdul Qahhar atau dikenal Sultan Haji, sang putra mahkota, terjebak dalam krisis identitas dan paranoia politik.

Sejarawan Claude Guillot dalam bukunya, Banten: Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII, membedah bagaimana VOC secara cerdik mengeksploitasi keraguan Sultan Haji.

Belanda membawa kabar burung bahwa takhta Sultan Haji akan diberikan kepada Pangeran Purbaya, hal ini yang menjadi pemantik pengkhianatan Sultan Haji pada ayahnya.

Pada 1680, ia memutuskan bersekutu dengan VOC untuk mendongkel ayahnya sendiri. Strategi divide et impera atau adu domba ini berjalan mulus.

VOC membantu pemberontak Sultan Haji dengan mengirimkan sedikitnya 1.000 hingga 1.500 serdadu Eropa berpengalaman dan ribuan tentara bayaran Ambon serta Bugis untuk mengepung keraton Tirtayasa.

BACA JUGA :  UIN SMH Banten Kolaborasi Bareng ITB, Transformasi Digital Teknologi

Sultan Ageng Tirtayasa yang tertangkap dijebloskan ke dalam penjara oleh darah dagingnya sendiri. Kemenangan Sultan Haji atas ayahnya pada 1683 adalah kemenangan semu.

Melalui Perjanjian 1684 yang tertuang dalam Corpus Diplomaticum Neerlando-Indicum, Banten secara de facto menjadi protektorat Belanda. Sultan Haji terjerat dalam kondisi psikologis learned helplessness atau ketidakberdayaan yang dipelajari.

BACA JUGA :  UIN SMH Banten dan Kejari Serang Jalin Kolaborasi Pendidikan dan Hukum

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus Kesti TTKDH Kabupaten Serang Periode 2026-2031 Dilantik
Dari Serang ke Panggung Nasional: Jalan Panjang Najwa Khaira Menjemput Mimpi
BKPRMI Banten Konsolidasi Pengurus Jelang Ramadhan, Siapkan Digitalisasi Organisasi
Siulan ‘Teeeet’ Penanda Kedatangan Udin; Perantau di Serang yang Bertaruh di Atas Sepeda Reot!
Dari Tanah Jawara untuk Serambi Mekkah: 7 Ribu Pakaian Baru Brand Lokal Banten Tenun Asa di Aceh
Memulangkan Marwah Stadion Maulana Yusuf, Menjemput Mimpi di Lintasan Lari
Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon Ditangkap Tim Gabungan Polda Banten
Menata Kota dari Kursi Rakyat: Jejak Pengabdian Budi Rustandi untuk Kota Serang
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silahkan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 15:09

Pengurus Kesti TTKDH Kabupaten Serang Periode 2026-2031 Dilantik

Kamis, 23 April 2026 - 18:12

Dari Serang ke Panggung Nasional: Jalan Panjang Najwa Khaira Menjemput Mimpi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:42

BKPRMI Banten Konsolidasi Pengurus Jelang Ramadhan, Siapkan Digitalisasi Organisasi

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:23

Siulan ‘Teeeet’ Penanda Kedatangan Udin; Perantau di Serang yang Bertaruh di Atas Sepeda Reot!

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:27

Jejak Pengkhianatan dan Runtuhnya Daulat Lada di Banten

Berita Terbaru