TOTALBANTEN.COM, SERANG — Cahaya lampu panggung di area Tourist Information Center (TIC) Kota Serang kini tak lagi sekadar hiasan. Setiap akhir pekan, panggung itu mulai berdenyut, menampilkan rupa-rupa gerak tari dan bunyi-bunyian tradisional khas tanah jawara. Di sinilah, langkah awal Kota Serang dimulai: menjahit kembali kepingan identitas budaya yang sempat berserakan.
Pemerintah Kota Serang di bawah kepemimpinan Wali Kota Budi Rustandi kini tengah memacu mesin pariwisata dan ekonomi kreatifnya. Melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora), Serang sedang bersolek menjadi ‘City of Heritage’ — sebuah kota warisan sejarah yang tak hanya menjual masa lalu, tapi juga masa depan.
Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi, menegaskan bahwa pariwisata Serang harus memiliki ‘ruh’ yang konsisten. Kehadiran panggung TIC menjadi jawabannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nanti akan ada pertunjukan seni dan budaya khas Kota Serang setiap Sabtu dan Minggu. Ini dilakukan tanpa putus, agar wisatawan yang datang selalu punya alasan untuk kembali. Ini solusi konkret untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat pariwisata,” ujar Zeka saat ditemui di Serang, Minggu (4/1/2026).
Menjejaki Banten Girang
Jauh sebelum dikenal sebagai pusat pemerintahan provinsi, Serang memiliki akar sejarah yang kuat di Banten Girang. Situs ini menjadi fokus besar dalam peta jalan (roadmap) pariwisata 2025-2026. Dengan artefak yang masih terjaga dan keberadaan gua-gua bersejarah, Banten Girang akan dikedepankan sebagai destinasi heritage unggulan selain Banten Lama.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






