Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten juga telah mengirimkan satu unit ekskavator amfibi ke Kota Serang untuk mempercepat proses pengerukan sedimen di wilayah yang sulit dijangkau alat berat biasa.
Mengantisipasi puncak bencana hidrometeorologi, Pemerintah Provinsi Banten kini menetapkan status siaga.
Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan mengungkapkan, pihaknya telah mendirikan lima posko siaga bencana yang tersebar di Serang, Lebak, Pandeglang, Tangerang, dan Malingping.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedikitnya 760 personel disiagakan di posko-posko tersebut untuk melakukan mobilisasi cepat jika sewaktu-waktu debit air kembali meningkat.
Selain aspek teknis infrastruktur, Gubernur Andra Soni mengingatkan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah dan tata ruang di wilayah hulu. (Red)








