Kehadiran pihak balai teknis di bawah Kementerian Pekerjaan Umum menjadi krusial mengingat banyak titik banjir bersumber dari luapan sungai besar yang secara regulasi berada di bawah wewenang pemerintah pusat.
Sebagai aksi cepat, Pemerintah Provinsi Banten menginstruksikan pengerahan alat berat ke lokasi-lokasi terdampak mulai Sabtu malam hingga Minggu pagi.
Fokus utama adalah melakukan penanganan darurat pada tanggul-tanggul yang jebol serta normalisasi saluran air yang tersumbat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BBWSC3 Dedi Yudha Lesmana menyatakan, pihaknya telah menurunkan dua unit ekskavator dan satu unit pompa mobile.
“Material berupa bronjong dan geobag juga sudah disiapkan untuk menutup tanggul yang jebol,” tuturnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya bersama Pemprov Banten menargetkan penanganan menyeluruh pada ruas-ruas sungai yang berpotensi meluap.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






