Mencuatnya persoalan ini membuat Gerakan Mahasiswa Serang Utara (GAMSUT) gerah dan langsung turun tangan.
Ketua GAMSUT, Dzulfikar, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap respons pemerintah daerah.
“Kami sudah berjuang keras melakukan sounding ke Bupati beserta kepala OPD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Pemkab Serang. Namun, yang sangat disayangkan, Bupati tidak menyampaikan sikap tegas dari permasalahan ini,” ujar Dzulfikar, Minggu (16/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa juga sempat audiensi ke DLH. Kepala DLH sempat berjanji menghentikan, namun nyatanya hanya ganti shift.
“Secara de facto, aktivitas ini masih berjalan. Tapi, sekarang mereka beroperasi di malam hari, sembunyi-sembunyi, yang sebelumnya di siang hari,” tegas Dzulfikar.
Kekecewaan ini memuncak saat Dzulfikar menyoroti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang.
“Yang sangat mirisnya adalah tidak ada tindakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Serang, terkhusus Dapil 1, yang menyikapi persoalan ini,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






