Anggaran Perbaikan Rumah di Serang Mandek, Proses Stimulan dan Mendesa Tersangkut di Meja Sekda

Senin, 27 Oktober 2025 - 19:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah Kabupaten Serang yang berdenyut, ribuan warganya masih memendam harap di bawah atap reyot dan dinding lapuk.

Di tengah Kabupaten Serang yang berdenyut, ribuan warganya masih memendam harap di bawah atap reyot dan dinding lapuk.

TOTALBANTEN.COM, SERANG-Di tengah Kabupaten Serang yang berdenyut, ribuan warganya masih memendam harap di bawah atap reyot dan dinding lapuk.

Nasib perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi mereka kini terkatung-katung, bukan karena ketiadaan anggaran, melainkan lantaran birokrasi sedang menanti.

Program RTLH di Serang kembali menjadi potret klasik: masyarakat miskin menanti, sementara para pengambil keputusan sibuk dengan jadwal mereka.

Deni Hartono, Kepala Bidang Perumahan pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKP) Kabupaten Serang, mengonfirmasi lambatnya proses ini.

“Kami sudah tinjau hari Sabtu kemarin dan hari ini kami sudah membuat laporan ke Pak Kadis. Pak Kadis juga sudah melaporkan ke Pak Sekda,” ujar Deni, Senin, 27 Oktober 2025.

BACA JUGA :  Data Warga Miskin Meleset, Bupati Serang Minta Petugas Serius Pendataan

Namun, laporan tersebut terhenti di meja pimpinan. Keputusan krusial mengenai sumber dana—apakah dari skema Corporate Social Responsibility (CSR), Baznas, atau harus menunggu program reguler tahun depan—belum juga turun. Deni hanya bisa menunggu.

“Nanti nunggu arahan pimpinan. Mudah-mudahan nanti Kamis ada keputusan. Tapi rekomendasi kita, rumah itu masuk kriteria yang harus dibantu,” ucapnya, merujuk pada informasi bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) tengah mengikuti kegiatan retret hingga Kamis.

BACA JUGA :  Biaya Sewa Kendaraan Dinas Capai Rp8,3 Miliar, BPKAD Kabupaten Serang Dinilai Boros

Salah satu kasus yang terhambat adalah rumah Herman di Kampung Salikur, Kecamatan Kibin. Kondisi rumahnya dipastikan masuk kategori dibantu. Namun, Herman dihadapkan pada skema bantuan yang sulit dipenuhi.

Penulis

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebutuhan PJU Capai 24 Ribu Titik, Dishub Kab Serang Ngaku Kekurangan Anggaran
Polda Banten Gerebek THM di Serang, Bidik Peredaran Narkoba Modus Vape
Jejak PT ABM Banten; Dari Ambisi Hilirisasi ke Ladang Korupsi Puluhan Miliar
Pembayaran Pajak Kendaraan di Banten Tak Langsung ke RKUD Pemprov
PT ABM Diduga Jadi Ladang Korupsi, Kejati Banten Sita 90 Bundel Berkas dan Periksa Eks Bos!
Dualisme Pemungut Pajak di Kota Tangerang, Tabrak Aturan?
Oknum Jaksa Kejati Banten Diduga Jual Aset Barang Bukti First Travel
Bupati Serang Percepat Penanganan RTLH di Sindangheula, Pastikan Hunian Layak dan Aman

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:05

Kebutuhan PJU Capai 24 Ribu Titik, Dishub Kab Serang Ngaku Kekurangan Anggaran

Sabtu, 18 April 2026 - 13:42

Polda Banten Gerebek THM di Serang, Bidik Peredaran Narkoba Modus Vape

Jumat, 17 April 2026 - 10:23

Jejak PT ABM Banten; Dari Ambisi Hilirisasi ke Ladang Korupsi Puluhan Miliar

Jumat, 17 April 2026 - 10:11

Pembayaran Pajak Kendaraan di Banten Tak Langsung ke RKUD Pemprov

Jumat, 17 April 2026 - 09:21

PT ABM Diduga Jadi Ladang Korupsi, Kejati Banten Sita 90 Bundel Berkas dan Periksa Eks Bos!

Berita Terbaru