TOTALBANTEN.COM, SERANG — Janji perubahan dan perbaikan yang kencang digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan yang baru, menguap bak embun.
Di balik gegap gempita seremoni dan spanduk-spanduk jargon, wajah kemiskinan justru terpampang telanjang dan kian memilukan.
Inilah ironi yang terukir di Kampung Warungselikur, Desa Sukamaju, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sudut kampung itu, berdiri sunyi sebuah rumah panggung yang seolah menunggu waktu untuk menyerah. Ia bukan hanya bangunan, melainkan monumen bisu atas janji-janji yang belum terwujudkan.
Pemiliknya adalah Herman (50), seorang pendakwah kampung yang sehari-hari bertugas menenangkan hati orang lain, namun hatinya sendiri dipenuhi cemas.
Selama empat tahun terakhir, Herman, istri, dan anaknya tinggal di bawah ancaman: dinding anyaman bambu yang bolong di sana-sini dan atap welit yang bocor dan siap ambruk.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






