“Kepada para kiai dan guru yang memiliki santri, mohon dengan keikhlasan mengajak mereka hadir bersama kita. Mari kita ramaikan Hari Santri Nasional tahun ini,” katanya.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele, Kota Serang, saat ini pesantren dan santri menghadapi berbagai upaya pelemahan. Banyak pihak berusaha menurunkan citra positif dunia pesantren dan menanamkan stigma negatif di masyarakat.
“Sekarang ini para kiai dan santri sedang didiskreditkan. Maka mari kita buktikan bahwa kita ada, kita kuat. Kalau selama ini kita seperti tertidur, kini saatnya bangkit bersama,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari Santri: Momen Kebangkitan dan Persatuan Nahdliyin
KH Saifun menilai Hari Santri adalah momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dan warisan para ulama. Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan rumah besar bagi seluruh Nahdliyin, tempat semua merasa aman, nyaman, dan bersaudara.
“Kita harus sadar bahwa Nahdlatul Ulama adalah rumah besar kita. Jika rumah ini diganggu, maka wajib kita pertahankan,” ucapnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






