PKL ke-5 disusun dengan kurikulum ketat. Panitia menyiapkan 14 materi wajib sesuai aturan organisasi. Untuk memperluas wawasan, ditambahkan satu materi tambahan. Selama empat hari, peserta mengikuti pendalaman materi, diskusi kelompok, hingga forum intelektual.
“Seluruh peserta wajib mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. PKL bukan sekadar forum, tapi proses pembentukan karakter, disiplin, dan tanggung jawab. Peserta yang lulus akan memiliki kapasitas lebih besar untuk membawa gerakan PMII ke depan,” kata Miko.
Bagi PMII Kota Serang, keberhasilan menggelar PKL ini juga menjadi ajang memperkenalkan kultur kaderisasi lokal kepada peserta dari luar Banten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setidaknya mereka bisa memahami budaya kaderisasi di Serang dan membawa pulang pengalaman itu untuk diterapkan di cabang masing-masing,” tambah Miko.
Pentingnya Kaderisasi
Sementara itu, Ketua Cabang PMII Kota Serang, Rohati, menegaskan bahwa PKL merupakan jenjang kaderisasi tingkat tiga. Posisi ini strategis karena melahirkan kader dengan kapasitas intelektual tinggi.
“PKL bukan hanya pelatihan. Forum ini wadah untuk mencetak kader berkualitas, sadar identitas, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia mengingatkan, kader PMII saat ini dituntut adaptif.
“Perubahan sosial dan dinamika politik global menuntut kita berpikir progresif. Karena itu, PKL harus dijalani dengan penuh kesungguhan. Dari forum ini kita harap lahir gagasan besar yang relevan untuk menjawab persoalan zaman,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






