Tak hanya itu, ia rela bekerja sampingan sebagai sopir rental di akhir pekan demi membiayai hidup dan membeli buku.
“Dulu belum ada buku digital, ke warnet pun bayar. Saya kerja hanya untuk bisa beli buku,” tuturnya.
Jalan Terjal Setelah Lulus Kuliah
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lulus dari bangku kuliah pada 2009, Muhibbin dihadapkan pada kenyataan pahit: mencari pekerjaan tidak semudah yang dibayangkan.
Ia melamar ke puluhan perusahaan, bahkan melegalisir ijazah hingga 25 lembar, namun tak satu pun panggilan kerja datang. ”
Saya daftar ke pabrik, kantor, bahkan ke FIF, tapi tidak ada yang tembus,” katanya.
Namun, ia tak menyerah. Dengan segala keterbatasan, ia menjalani berbagai pekerjaan kasar untuk bertahan hidup. Mulai dari menjadi sopir truk, admin proyek, hingga kuli bangunan.
Di tengah kesibukan itu, ia tetap aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi, seperti menjadi Ketua TPK PNPM Mandiri pada 2011.
Kunci Sukses: Kepercayaan dan Jaringan
Titik balik dalam hidup Muhibbin terjadi ketika ia bergabung dengan asosiasi Perkindo. Di sana, ia mulai mengenal seluk-beluk dunia konstruksi dan konsultansi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






