Mencari Jalan Keluar dari Banjir yang Terus Berulang di Kabupaten Serang

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Banjir di wilayah Kabupaten Serang (Dok: Totalbanten).

Suasana Banjir di wilayah Kabupaten Serang (Dok: Totalbanten).

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Hujan yang turun di awal tahun kembali membawa cerita lama bagi sebagian warga Kabupaten Serang. Air yang meluap, rumah yang terendam, dan aktivitas yang terhenti.

Situasi inilah yang mendorong DPRD Kabupaten Serang menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Serang, Jumat (30/1/2026), untuk membahas penanganan banjir yang berulang di sejumlah wilayah.

BACA JUGA :  Misteri Pemecatan Relawan SPPG Panyirapan 3 Masih Bergulir, Diduga Tak Sesuai Prosedur

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas respons darurat saat banjir datang, tetapi juga mencari jalan keluar jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terus terulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas, menilai persoalan banjir di daerah itu sudah berlangsung bertahun-tahun, sehingga memerlukan langkah yang lebih terencana.

“Persoalan ini bukan hal baru. Karena itu, perlu ada penyelesaian yang lebih terarah, bukan hanya penanganan saat bencana terjadi,” kata Anas.

BACA JUGA :  Kader Prabowo di DPRD Kab Serang PAW, Ahmad Yamin Resmi Dilantik

Ia menekankan bahwa bantuan bagi warga terdampak memang penting, tetapi upaya pencegahan dinilai jauh lebih mendesak.

Menurut dia, sejumlah wilayah seperti Cikande memerlukan penanganan fisik berupa tanggul atau infrastruktur pengendali banjir lainnya.

“Beberapa kebutuhan penanganan belum tergambar jelas. Di Desa Songgom Jaya misalnya, bantuan juga belum sepenuhnya menjangkau warga,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kisah Inspiratif Bahrul Ulum; Anak Petani yang Memimpin Parlemen di Serang

Selain infrastruktur, Anas juga menyoroti kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. Ia menilai dukungan peralatan dan anggaran masih perlu diperkuat agar respons di lapangan bisa lebih maksimal.

Penulis

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
"Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami"

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page