Mencari Jalan Keluar dari Banjir yang Terus Berulang di Kabupaten Serang

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Banjir di wilayah Kabupaten Serang (Dok: Totalbanten).

Suasana Banjir di wilayah Kabupaten Serang (Dok: Totalbanten).

Menurut Lutfi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Serang melibatkan setidaknya tiga lapis pemerintahan.

Pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian berwenang pada sungai-sungai besar.

Pemerintah Provinsi Banten berperan dalam pengelolaan drainase jalan provinsi dan pengendalian tata ruang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara Pemerintah Kabupaten Serang berfokus pada drainase lingkungan, kolam retensi, dan penanganan langsung di permukiman.

BACA JUGA :  Krangka Proyek Jembatan Rp10,88 Miliar di Carenang Roboh, DPUPR Banten Buka Suara!

Harapan pada Kerja Bersama

Lutfi menilai keterbatasan kewenangan dan anggaran daerah membuat dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi menjadi sangat penting.

“Jika sungai-sungai besar tidak segera dinormalisasi, maka anggaran daerah akan habis untuk penanganan darurat setiap tahun, tanpa menyentuh akar persoalan,” ujarnya.

Sebagai langkah ke depan, Ruang Nalar mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, percepatan pembangunan tanggul di titik rawan, perlindungan daerah aliran sungai, serta penguatan sistem peringatan dini.

BACA JUGA :  Hidup di Gubuk Reyot 20 Tahun, Warga Serang Bertahan di Tengah Bocor, Banjir, dan Janji Bantuan

Bagi warga yang setiap tahun menghadapi banjir, pembagian kewenangan mungkin bukan hal utama. Yang mereka rasakan adalah air yang datang kembali. Karena itu, berbagai pihak berharap rapat koordinasi ini menjadi awal dari langkah bersama yang lebih nyata.

Penulis

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Mahasiswa UI Dorong Panglimaja Jadi Senjata Warga Tegalmaja Lawan Pengangguran
"Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami"

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Minggu, 6 September 2026 - 16:09

Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page