TOTALBANTEN.COM, SERANG — Bencana banjir yang melanda Provinsi Banten sejak awal pergantian tahun 2026 berdampak serius pada sektor pertanian. Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Banten hingga Kamis (15/1/2026), seluas 3.227,5 hektar lahan persawahan terendam banjir, di mana 420,5 hektar di antaranya dinyatakan gagal panen atau puso.
Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah dengan dampak rendaman terluas, yakni mencapai 2.165 hektar. Meski demikian, luas lahan yang mengalami puso di wilayah ini tercatat sebesar 21 hektar. Sebaliknya, Kabupaten Serang mencatatkan angka puso tertinggi, yakni mencapai 309 hektar dari total 761 hektar sawah yang terendam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi serupa terjadi di beberapa wilayah lain. Di Kabupaten Lebak, banjir merendam 136 hektar sawah dengan 50 hektar di antaranya puso. Sementara di Kabupaten Tangerang, dari 84,5 hektar yang terendam, 29,5 hektar mengalami puso. Adapun di Kota Serang, lahan terdampak seluas 81 hektar dengan luasan puso mencapai 11 hektar.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, saat dikonfirmasi di Serang, Kamis, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat melakukan penghitungan total kerugian ekonomi akibat kerusakan tanaman padi tersebut. Hal ini disebabkan kondisi cuaca dan bencana banjir yang hingga kini masih berlangsung di sejumlah titik.
“Kami belum melakukan penghitungan (kerugian) secara mendetail karena bencana masih berlangsung. Fokus saat ini adalah pendataan dan pemantauan di lapangan,” ujar Agus, Kamis (15/1/2026).
Sebagai langkah mitigasi pascabencana, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian telah menyiapkan skema bantuan bagi para petani yang terdampak. Bantuan utama yang disiapkan berupa pendistribusian benih padi gratis agar petani dapat segera melakukan penanaman ulang setelah debit air surut.
“Kami pastikan bantuan benih sudah siap untuk petani yang lahannya puso. Penyaluran akan dilakukan segera setelah kondisi dinyatakan aman untuk kembali bertanam,” tambahnya.






