Pilu Petani di Banten; Ribuan Hektar Sawah Terendam Banjir, 420 Hektar Gagal Panen!

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Banten mengalami gagal panen.

Petani Banten mengalami gagal panen.

TOTALBANTEN.COM, SERANG — Bencana banjir yang melanda Provinsi Banten sejak awal pergantian tahun 2026 berdampak serius pada sektor pertanian. Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Banten hingga Kamis (15/1/2026), seluas 3.227,5 hektar lahan persawahan terendam banjir, di mana 420,5 hektar di antaranya dinyatakan gagal panen atau puso.

Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah dengan dampak rendaman terluas, yakni mencapai 2.165 hektar. Meski demikian, luas lahan yang mengalami puso di wilayah ini tercatat sebesar 21 hektar. Sebaliknya, Kabupaten Serang mencatatkan angka puso tertinggi, yakni mencapai 309 hektar dari total 761 hektar sawah yang terendam.

Kondisi serupa terjadi di beberapa wilayah lain. Di Kabupaten Lebak, banjir merendam 136 hektar sawah dengan 50 hektar di antaranya puso. Sementara di Kabupaten Tangerang, dari 84,5 hektar yang terendam, 29,5 hektar mengalami puso. Adapun di Kota Serang, lahan terdampak seluas 81 hektar dengan luasan puso mencapai 11 hektar.

BACA JUGA :  Taman Mangun Indah Perlahan "Tergusur" Air di Tengah Gemerlap Kawasan Komersial Bintaro 

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, saat dikonfirmasi di Serang, Kamis, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat melakukan penghitungan total kerugian ekonomi akibat kerusakan tanaman padi tersebut. Hal ini disebabkan kondisi cuaca dan bencana banjir yang hingga kini masih berlangsung di sejumlah titik.

“Kami belum melakukan penghitungan (kerugian) secara mendetail karena bencana masih berlangsung. Fokus saat ini adalah pendataan dan pemantauan di lapangan,” ujar Agus, Kamis (15/1/2026).

BACA JUGA :  Banten Siap Jadi Tuan Rumah HPN 2026, PWI Pusat; Dorong Pertumbuhan Ekonomi!

Sebagai langkah mitigasi pascabencana, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian telah menyiapkan skema bantuan bagi para petani yang terdampak. Bantuan utama yang disiapkan berupa pendistribusian benih padi gratis agar petani dapat segera melakukan penanaman ulang setelah debit air surut.

“Kami pastikan bantuan benih sudah siap untuk petani yang lahannya puso. Penyaluran akan dilakukan segera setelah kondisi dinyatakan aman untuk kembali bertanam,” tambahnya.

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Berita Terbaru