TOTALBANTEN.COM, SERANG – Debur ombak Pantai Anyer tidak hanya menyimpan pesona wisata, tetapi juga jejak sejarah yang telah menghubungkan Pulau Jawa selama lebih dari dua abad.
Dari kawasan inilah titik awal Jalan Anyer–Panarukan bermula, sebuah jalur legendaris yang menjadi simbol konektivitas, mobilitas, dan perkembangan peradaban di Pulau Jawa.
Menjelang Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500 tahun, Pemerintah Kabupaten Serang berupaya menghidupkan kembali semangat sejarah tersebut melalui penyelenggaraan Festival Anyer–Panarukan yang akan menjadi salah satu agenda unggulan sepanjang tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persiapan festival dibahas dalam rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang digelar di Ruang Rapat Asda II Kabupaten Serang, Kamis (2/7/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang, Febriyanto, yang juga bertindak sebagai koordinator rangkaian kegiatan Festival Anyer–Panarukan.
Febriyanto mengatakan, festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun kesadaran sejarah sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Serang sebagai titik awal jalur bersejarah Anyer–Panarukan.
“Festival ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali sejarah Anyer sebagai gerbang barat Pulau Jawa yang memiliki nilai strategis dalam perjalanan bangsa. Kami ingin kegiatan ini melibatkan seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pelaku pariwisata,” kata Febriyanto dalam rapat koordinasi tersebut.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya