Ia juga mengingatkan pengunjung agar menjaga kebersihan kawasan bendungan dan tidak meninggalkan sampah setelah kegiatan selesai.
“Kalau di awal kita masuk lingkungan Bendungan Pamarayan dengan bersih, maka setelah kegiatan ini juga kondisinya harus bersih. Kalau bawa sampah, sampahnya di keep lagi, jangan dibuang di sekitar bendungan,” tegasnya.
Ratu Rachmatuzakiyah turut mengapresiasi Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3) yang telah mendengarkan aspirasi masyarakat dan panitia sehingga kegiatan dapat dilaksanakan dengan sejumlah penyesuaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada warga yang mengikuti tradisi menangkap ikan, Bupati kembali mengingatkan bahwa keselamatan harus lebih diutamakan daripada hasil tangkapan.
“Di ujung ngabur ikan, tidak ada ikan yang berharga, yang berharga adalah keselamatan diri,” pesannya.
Selain menjadi ruang pelestarian tradisi, pelaksanaan Bedolan Pamarayan tahun ini juga diikuti pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi.
Kehadiran pedagang menjadi salah satu aspek yang disoroti pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pesta rakyat tersebut.
“Alhamdulillah banyak pelaku UMKM di sini. Semoga ini dapat menggerakkan perekonomian, khususnya di wilayah desa,” kata Ratu Rachmatuzakiyah.
Editor : Engkos Kosasih