TOTALBANTEN.COM, SERANG – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai menambah kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan masyarakat di Kabupaten Serang, Banten. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat kasus ISPA mencapai 4.062 kasus selama periode 1 hingga 8 September 2026. Namun, Dinkes menegaskan angka tersebut masih bersifat fluktuatif dan belum dapat disimpulkan sebagai dampak langsung erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Serang, Istianah Hariyati, mengatakan angka kasus ISPA sejak awal erupsi pada 5 September 2026 menunjukkan tren naik turun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya, kalau kita lihat datanya dari awal terjadi erupsi itu tanggal 5 dengan kondisi tanggal 4 sih hampir sama. Nah, tanggal 6 hari Minggu layanan rawat jalan enggak ada, adanya kan UGD sama rawat inap. Jadi, kalau dari angka tanggal 6 hari Minggu itu memang sepertinya turun ISPA,” kata Istianah, Rabu (9/9/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Kabupaten Serang, kasus ISPA pada 1 September tercatat sebanyak 718 kasus. Kemudian turun menjadi 555 kasus pada 2 September dan kembali turun menjadi 517 kasus pada 3 September.
Pada 4 September, kasus ISPA tercatat sebanyak 527 kasus, kemudian meningkat menjadi 556 kasus pada 5 September. Angka tersebut turun drastis pada 6 September menjadi 82 kasus.
Selanjutnya, kasus ISPA melonjak tajam pada 7 September hingga mencapai 1.107 kasus, sebelum kembali turun menjadi 937 kasus pada 8 September.
“Data yang kami himpun itu bervariasi. Per tanggal 1 September itu mencapai 718, tanggal 2 mencapai 555, tanggal 3 itu mencapai 517, per tanggal 4 itu mencapai 527, kemudian tanggal 5 September mencapai 556. Namun saat tanggal 6 mengalami penurunan drastis mencapai 82 dan puncak pada tanggal 7 itu mencapai 1.107 dan terakhir tanggal 8 kembali mengalami penurunan mencapai 937 pengidap ISPA,” tutur Istianah.
Meski terjadi peningkatan kasus setelah erupsi Gunung Anak Krakatau, Dinkes Kabupaten Serang belum bisa memastikan bahwa lonjakan tersebut berkaitan langsung dengan abu vulkanik.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







