“Kita selalu pantau dan buka posko layanan khususnya di kecamatan yang terdampak signifikan yaitu Kecamatan Cinangka dan Kecamatan Anyer, masing-masing terdiri 14 dan 12,” tuturnya.
Namun, Istianah kembali menegaskan pihaknya masih membutuhkan kajian lebih mendalam untuk memastikan apakah erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan peningkatan kasus ISPA.
“Apakah ada peningkatan atau tidak karena erupsi kita belum bisa menyimpulkan, harus dikaji lebih dalam lagi,” ucapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, ISPA sendiri dapat disebabkan oleh berbagai jenis kuman penyakit. Tidak hanya akibat debu atau kondisi lingkungan, tetapi juga dapat dipicu oleh virus, bakteri, jamur maupun penyebab lainnya.
“ISPA itu kan infeksi saluran pernapasan akut ya. Penyebabnya itu kuman penyakit bisa karena virus dan bakteri, bisa karena jamur atau karena penyebab lain. Yang paling sering adalah virus dan bakteri,” tuturnya.
Masyarakat diminta mewaspadai sejumlah gejala ISPA, mulai dari demam, meriang, batuk, pilek hingga nyeri tenggorokan. Kondisi menjadi lebih serius apabila penderita mulai mengalami sesak napas.
“Kalau gejala awal ISPA, ini pasti saluran pernapasan akut, setiap infeksi itu pasti ada demam bisa ringan maupun tinggi, meriang, anget-anget kemudian disertai dengan batuk pilek, ada nyeri tenggorokan. Nah, kalau sudah sampai terjadi sesak nafas itu sudah berbahaya, sudah ada alarmnya kalau sampai terjadi sesak,” tegas Istianah.
Dinkes Kabupaten Serang pun mengimbau masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh guna mencegah ISPA, terutama di tengah kondisi lingkungan yang rentan terhadap debu dan perubahan cuaca.
“Pertama tentunya adalah memperkuat daya tahan tubuh. Meskipun ada kuman tapi kalau daya tahan tubuh kita bagus, kuman itu akan bisa dieliminasi dari tubuh kita oleh sistem kekebalan tubuh kita. Adapun cara meningkatkan daya tahan tubuh atau kekebalan tubuh yang paling adalah menjaga supaya asupan gizi kita bagus, makan gizi seimbang serta aktivitas fisik yang cukup,” pungkasnya.
Editor : Engkos Kosasih







