Erupsi Gunung Krakatau Bikin Warga Serang Terpapar ISPA, Dinkes: Angkanya Fluktuatif

Kamis, 10 September 2026 - 15:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Terpapar Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ilustrasi).

Masyarakat Terpapar Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ilustrasi).

Menurut Istianah, ISPA memang selama ini termasuk dalam 10 besar penyakit yang paling banyak ditemukan di Kabupaten Serang, bahkan kerap berada di urutan pertama.

“Kalau untuk kasus ISPA sendiri itu selalu menduduki ranking 10 besar penyakit di Kabupaten Serang karena ISPA sendiri infeksi saluran pernapasan akut. Jadi mulai dari saluran nafas bagian atas sampai saluran nafas bagian bawah itu masuk dalam kategori ISPA kalau dia terjangkitnya akut atau kurang dari 14 hari,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kabupaten Serang Dikepung Bencana Hidrometeorologi, 21.304 Jiwa Terdampak

Ia menjelaskan, spektrum penyakit ISPA cukup luas. ISPA tidak hanya berkaitan dengan batuk dan pilek, tetapi dapat berkembang menjadi penyakit pada saluran pernapasan yang lebih serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Spektrum ISPA itu sangat luas ya, mulai dari batuk pilek biasa, nyeri tenggorokan, laringitis, sampai bronkitis, bronkopneumonia, pneumonia itu semua masuk dalam kategori ISPA. Jadi spektrumnya sangat luas sehingga memang dia menduduki selalu di 10 besar penyakit ya, seringnya dia jadi nomor satu gitu yang paling banyak,” tutur Istianah.

BACA JUGA :  Harga Obat Naik 20 Persen, RSDP Kabupaten Serang Amankan Stok dan Pelayanan Pasien

Kemarau Panjang Ikut Picu ISPA

Istianah menyebut peningkatan kasus ISPA di Kabupaten Serang tidak bisa hanya dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, kondisi kemarau panjang dalam beberapa bulan terakhir juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus ISPA.

“Kasus ISPA semakin meningkat karena beberapa bulan terakhir terjadinya kemarau panjang di Kabupaten Serang, perubahan iklim di mana banyak debu, kemudian polusi udara, daya tahan tubuhnya menurun, masyarakat kurang minum dan sebagainya itu akan memperbanyaklah jumlah kasus ISPA,” ucap Istianah.

BACA JUGA :  Alokasi Anggaran Dindikbud Kab Serang Capai Rp1 Triliun Lebih, Tapi Gaji Guru PPPK Tak Jelas

Di tengah kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau, Dinkes Kabupaten Serang juga meningkatkan pemantauan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang dinilai terdampak signifikan.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Jejak 5 Jurnalis Hilang Saat Liput GAK Masih Misterius
Lawan Kerawanan Pangan di Tanah Jawara, DKP Banten Gandeng PT Pos
7 SRU Dikerahkan, Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Masih Nihil
Kejari Serang Cabut Perwalian Anak Korban Kejahatan, Wali Pengganti Ditunjuk
Masih Nihil! Basarnas Banten Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi GAK
5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan
Bikin Geger Warga Serang, Niat Buang Sampah Malah Temukan Mayat
Pemkab Serang Siapkan Pasokan 400 Ton Sampah untuk PSEL Kota Serang Tahun 2027
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:55

Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Jejak 5 Jurnalis Hilang Saat Liput GAK Masih Misterius

Kamis, 10 September 2026 - 16:58

Lawan Kerawanan Pangan di Tanah Jawara, DKP Banten Gandeng PT Pos

Kamis, 10 September 2026 - 15:26

Erupsi Gunung Krakatau Bikin Warga Serang Terpapar ISPA, Dinkes: Angkanya Fluktuatif

Rabu, 9 September 2026 - 22:40

7 SRU Dikerahkan, Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Masih Nihil

Rabu, 9 September 2026 - 12:53

Kejari Serang Cabut Perwalian Anak Korban Kejahatan, Wali Pengganti Ditunjuk

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page