Masuk Tahun Kedua Andra-Dimyati Nahkodai Banten; Ruang Fiskal Menyempit, APBD Kian Tertekan

Senin, 7 September 2026 - 09:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan, Gian Kasogi, (Dok)

Peneliti Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan, Gian Kasogi, (Dok)

Selain persoalan pendapatan, Gian juga menyoroti struktur belanja daerah. Dalam APBD 2026, belanja daerah Banten tercatat sekitar Rp10,04 triliun dengan belanja operasi mencapai Rp7,22 triliun.

Menurutnya, kondisi fiskal yang semakin terbatas seharusnya mendorong pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap struktur belanja.

Pemerintah, kata dia, harus mampu menentukan program mana yang benar-benar menjadi prioritas dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Ketika uang pemerintah terbatas, maka tidak semua program bisa diperlakukan sama. Pemerintah harus menentukan mana yang benar-benar prioritas, mana yang memiliki dampak langsung, dan mana yang harus dievaluasi atau bahkan dihentikan,” tegasnya.

Gian menilai anggaran Banten harus semakin fokus pada persoalan mendasar. Mulai dari kemiskinan, pengangguran, peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan produktivitas ekonomi.

BACA JUGA :  Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar Disorot, DPRD Banten "Pelototi" Urgensinya

Menurutnya, penyempitan ruang fiskal tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk menurunkan kualitas pelayanan publik.

Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas tata kelola anggaran agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat.

“Pemerintah harus bergeser dari sekadar orientasi penyerapan anggaran menuju orientasi hasil. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi berapa besar anggaran dibelanjakan, tetapi apa dampak nyata dari anggaran tersebut,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Srawung Roso 2026: Saksikan Napak Tilas Pangeran Sambernyawa dan Cara Daftarnya!

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andra-Dimyati Belum Mampu Tingkatkan APBD Banten
Kemendagri Wajibkan Penandaan Tematik, Berapa Anggaran untuk Kemiskinan Banten 2027?
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Data Perceraian di Banten Tinggi; Dipicu Perselisihan, Ekonomi, Judi Hingga Murtad
Banten Menuju Fase Penduduk Menua, Bonus Demografi Masih Jadi Modal Utama

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:30

Masuk Tahun Kedua Andra-Dimyati Nahkodai Banten; Ruang Fiskal Menyempit, APBD Kian Tertekan

Senin, 7 September 2026 - 01:43

Andra-Dimyati Belum Mampu Tingkatkan APBD Banten

Sabtu, 5 September 2026 - 16:49

Kemendagri Wajibkan Penandaan Tematik, Berapa Anggaran untuk Kemiskinan Banten 2027?

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:27

TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:44

Data Perceraian di Banten Tinggi; Dipicu Perselisihan, Ekonomi, Judi Hingga Murtad

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page