Ratu Tani Bahagia Jadi Alternatif Tekan Inflasi di Kabupaten Serang

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:23

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Panen Raya Bawang Merah, Ratu Tani Bahagia (dok;totalbanten).

 

“Mudah-mudahan bisa meningkatkan target produksi kita. Mudah-mudahan terlampaui sampai 80 ton,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan program tahun berjalan, DKPP Kabupaten Serang juga telah mengajukan calon petani dan calon lokasi (CPCL) kepada Kementerian Pertanian dengan luasan mencapai 52,2 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap agar produksi bawang merah tidak hanya berlangsung pada satu musim atau satu wilayah.

“Harapan kami tiap bulan itu ada yang panen. Bawang kan nggak bisa begitu panen langsung makan sekaligus, kan harus setiap bulan harus ada. Makanya, dari tujuh kecamatan ini bisa bertahap di sini panen, di sini nanam,” tuturnya.

Panen Jadi Bukti Program Ratu Tani Bahagia

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang Febriyanto mengatakan, panen raya di Pegandikan menjadi bukti semangat petani dalam mengembangkan komoditas pertanian, khususnya bawang merah dan cabai.

Mewakili Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Febriyanto memberikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian serta pemerintah desa yang terus mendorong kegiatan bercocok tanam.

“Intinya Bupati Serang mengapresiasi semangat para petani khususnya di wilayah Lebak Wangi, Desa Pegandikan ini yang terus menggalakkan semangatnya untuk bercocok tanam, khususnya menanam bawang dan cabai. Alhamdulillah hari ini mereka melakukan panen raya bawang merah,” ujarnya.

Ia menegaskan, bawang merah menjadi komoditas yang harus terus dikembangkan karena memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus membantu pemerintah mengendalikan inflasi.

Penulis

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page

Exit mobile version