“Mudah-mudahan bisa meningkatkan target produksi kita. Mudah-mudahan terlampaui sampai 80 ton,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan program tahun berjalan, DKPP Kabupaten Serang juga telah mengajukan calon petani dan calon lokasi (CPCL) kepada Kementerian Pertanian dengan luasan mencapai 52,2 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap agar produksi bawang merah tidak hanya berlangsung pada satu musim atau satu wilayah.
“Harapan kami tiap bulan itu ada yang panen. Bawang kan nggak bisa begitu panen langsung makan sekaligus, kan harus setiap bulan harus ada. Makanya, dari tujuh kecamatan ini bisa bertahap di sini panen, di sini nanam,” tuturnya.
Panen Jadi Bukti Program Ratu Tani Bahagia
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang Febriyanto mengatakan, panen raya di Pegandikan menjadi bukti semangat petani dalam mengembangkan komoditas pertanian, khususnya bawang merah dan cabai.
Mewakili Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Febriyanto memberikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian serta pemerintah desa yang terus mendorong kegiatan bercocok tanam.
“Intinya Bupati Serang mengapresiasi semangat para petani khususnya di wilayah Lebak Wangi, Desa Pegandikan ini yang terus menggalakkan semangatnya untuk bercocok tanam, khususnya menanam bawang dan cabai. Alhamdulillah hari ini mereka melakukan panen raya bawang merah,” ujarnya.
Ia menegaskan, bawang merah menjadi komoditas yang harus terus dikembangkan karena memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus membantu pemerintah mengendalikan inflasi.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya