Kesulitan yang dihadapi Marnah tak berhenti pada kondisi rumah. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun ia harus berjuang.
Ia mengaku terkadang hanya memiliki setengah liter beras yang harus dihemat selama beberapa hari. Bahkan, tidak jarang ia memilih menahan lapar karena persediaan makanan habis.
“Kadang saya enggak makan. Beras juga paling tinggal setengah liter, itu dipakai beberapa hari. Saya masak jadi nasi goreng, tapi nasinya keras,” tuturnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, memperbaiki rumah secara mandiri bukanlah pilihan yang mampu ia lakukan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah menjadi perjuangan.
Di usia 73 tahun, Marnah tidak berharap memiliki rumah mewah. Ia hanya menginginkan tempat berteduh yang aman, atap yang tidak lagi bocor, serta lantai yang tidak tergenang setiap kali hujan turun.
“Emak cuma pengen rumah dibangun, biar ada tempat tidur yang layak kalau hujan turun,” ujar Marnah.
Editor : Engkos Kosasih