Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Untirta Banten, Ahmad Sururi. (Dok)

Pengamat Untirta Banten, Ahmad Sururi. (Dok)

Sururi menilai perdebatan mengenai belanja tenaga ahli tidak boleh berhenti pada besarnya angka anggaran. Yang lebih penting kata dia, adalah memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi birokrasi dan pelayanan publik.

“Pertanyaannya bukan hanya mengapa belanja tenaga ahli naik di tengah tren APBD yang terus turun, tetapi juga apakah kenaikan belanja tenaga ahli menghasilkan peningkatan kualitas birokrasi, pelayanan publik, keberhasilan program, meningkatkan pendapatan daerah, atau mempercepat penyelesaian proyek-proyek strategis. Kalau tidak, maka perlu dievaluasi,” kata Sururi.

BACA JUGA :  Pemprov Banten 'Akhiri' Kekosongan Puluhan OPD, Pejabat Eselon II Segera Dilantik Besok!

Data APBD menunjukkan belanja jasa tenaga ahli Pemprov Banten terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, anggaran tersebut tercatat sekitar Rp38 miliar. Nilainya kemudian naik menjadi Rp52,38 miliar pada 2025 dan kembali meningkat menjadi Rp55,47 miliar pada 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan tersebut terjadi di tengah tren penurunan APBD Provinsi Banten. Pada 2024, APBD Banten masih mencapai Rp11,73 triliun. Namun pada 2025 turun menjadi Rp10,50 triliun dan kembali menyusut menjadi Rp10,27 triliun pada 2026.

BACA JUGA :  Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Menurut Sururi, pemerintah daerah perlu menjelaskan dasar kenaikan anggaran tenaga ahli tersebut kepada publik. Sebab, belanja yang terus bertambah harus memiliki ukuran kebutuhan, target, dan dampak yang jelas.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir
Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:19

“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.

Berita Terbaru