Pemprov juga memastikan efisiensi anggaran akan lebih dulu diarahkan pada belanja operasional dan belanja yang dinilai kurang produktif sebelum menyentuh program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Arahan sangat jelas bahwa efisiensi dilakukan terlebih dahulu pada belanja operasional dan belanja yang kurang produktif, sehingga program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat tetap menjadi prioritas,” kata Rina.
Terkait struktur pendapatan daerah, Rina mengakui APBD Banten masih ditopang oleh dua sumber utama, yakni PAD dan dana transfer dari pemerintah pusat. Namun, menurut dia, perubahan postur APBD tidak semata-mata dipengaruhi oleh besaran transfer pusat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dinamika APBD tidak hanya dipengaruhi dana transfer, tetapi juga perkembangan PAD serta kebijakan fiskal nasional. Karena itu Pemprov terus berupaya memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD,” ujarnya.
Rina menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen menjaga kesehatan fiskal daerah secara prudent, transparan, dan akuntabel. Menurut dia, pelayanan kepada masyarakat dan program pembangunan prioritas akan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam penyusunan APBD 2027.
“Bagaimanapun kondisi APBD, pelayanan kepada masyarakat dan program prioritas tetap menjadi fokus utama kami,” kata Rina.
Editor : Imam Maulana








