Lebih lanjut kata Ugun, Selain tari silat kolosal, Festival Ciomas Ngabring menghadirkan berbagai atraksi budaya, seperti layar tancap, parade busana era 1970-an, senam massal pegiat silat, hingga pelepasan 6.000 lampion yang dirangkai dengan doa bersama untuk Kabupaten Serang.
Di balik kemeriahan acara, Ugun menilai tantangan berikutnya adalah memastikan festival tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dikembangkan menjadi kalender wisata budaya yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, seniman, dan masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Festival ini lahir dari swadaya masyarakat. Alhamdulillah Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati memberikan dukungan penuh. Tahun depan kami berharap penyelenggaraannya dapat didukung melalui APBD Kabupaten Serang agar lebih besar dan semakin meriah,” ujarnya.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








