Menurutnya, dukungan konkret dari seluruh OPD menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan festival. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta menyusun program pendukung sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar rangkaian kegiatan dapat berlangsung optimal.
Lebih dari sekadar perayaan, Pemkab Serang juga menginginkan adanya warisan yang dapat dikenang masyarakat. Salah satu gagasan yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan atau peresmian sebuah penanda monumental pada puncak acara sebagai simbol kontribusi Kabupaten Serang dalam merawat sejarah Anyer–Panarukan.
Nama Anyer dan Panarukan memiliki tempat tersendiri dalam catatan sejarah Indonesia. Jalur yang menghubungkan ujung barat dan timur Pulau Jawa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan konektivitas antardaerah yang mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, budaya, dan mobilitas masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itulah, Festival Anyer–Panarukan tidak hanya akan menampilkan hiburan dan atraksi wisata, tetapi juga mengangkat nilai sejarah, budaya, dan potensi ekonomi daerah. Salah satunya menghadirkan Ciomas Ngabring, salah satu tradisi budaya khas Kabupaten Serang yang telah dikenal luas masyarakat Banten.
Rangkaian kegiatan yang disiapkan cukup beragam. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan menghadirkan festival pangan, pasar tani, parade swasembada, serta cipta menu berbasis pangan lokal.
Sementara Diskoumperindakop menyiapkan festival kuliner, gebyar UMKM, dan pasar murah yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Di sektor pelayanan publik, DPMPTSP Kabupaten Serang akan memberikan layanan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi 500 pelaku usaha, pelayanan usaha mikro, hingga berbagai kemudahan perizinan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sejalan dengan semangat peringatan 500 tahun Kabupaten Serang.
Tidak hanya itu, sejumlah pertunjukan budaya juga akan menjadi daya tarik utama festival. Sedikitnya 500 penari dari Kecamatan Padarincang direncanakan tampil dalam pertunjukan tari kolosal yang akan dipadukan dengan berbagai penampilan seni dari sanggar-sanggar budaya di Anyer, Ciruas, Jawilan, dan Cikande.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya