BPJS PBI Masih Jadi Andalan Warga Banten, DPRD Soroti Kemiskinan, Validasi Data, dan Akses Layanan Kesehatan

Senin, 22 Juni 2026 - 09:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Dr. Yeremia Mendrofa menyoroti BPJS PBI. (Dok)

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Dr. Yeremia Mendrofa menyoroti BPJS PBI. (Dok)

Berdasarkan data BPS Banten, Kota Tangerang memiliki persentase peserta BPJS PBI tertinggi mencapai 90,30 persen. Sementara Kabupaten Pandeglang mencatat angka 52,55 persen. Perbedaan tersebut menunjukkan karakteristik sosial ekonomi yang tidak seragam di setiap daerah.

“Ketimpangan kepesertaan antarwilayah harus menjadi perhatian serius. Daerah dengan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi tentu memiliki ketergantungan lebih besar terhadap BPJS PBI dibandingkan wilayah perkotaan yang secara ekonomi lebih kuat,” katanya.

BACA JUGA :  DPRD Banten Sahkan LPj APBD 2025, Pemprov Diminta Tingkatkan PAD dan Efektivitas Belanja

Karena itu, pemerintah daerah didorong melakukan pemetaan yang lebih akurat terhadap kondisi masyarakat agar distribusi bantuan kesehatan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Distribusi bantuan kesehatan harus mencerminkan kondisi riil masyarakat. Data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Penonaktifan Peserta PBI Harus Transparan

BACA JUGA :  Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Wibowo Harap APBD 2026 Bawa Dampak Positif untuk Rakyat

Persoalan lain yang menjadi perhatian DPRD Banten adalah pemutakhiran data kepesertaan yang menyebabkan ratusan ribu peserta BPJS PBI mengalami penonaktifan dalam beberapa waktu terakhir.

Yeremia menegaskan bahwa proses validasi dan pembaruan data memang diperlukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada pihak yang berhak. Namun pelaksanaannya harus dilakukan secara hati-hati dan transparan.

BACA JUGA :  DPRD Banten Tutup Masa Persidangan I, Siap Serap Aspirasi Masyarakat

“Kami menyoroti persoalan pemutakhiran data yang menyebabkan ratusan ribu peserta PBI di Banten mengalami penonaktifan. Validasi data memang penting agar bantuan tepat sasaran, tetapi harus dilakukan secara transparan, bertahap, dan disertai sosialisasi yang memadai,” katanya.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang
DPRD Banten Kawal Pemutakhiran Data Kesejahteraan Agar Bansos Tepat Sasaran
Komisi V DPRD Banten Fasilitasi Mediasi Sengketa Lahan SMAN 1 Kabupaten Tangerang
Pedagang Pasar Pandeglang Mengaku Dipungut 6 Kali Sehari, DPRD Soroti Pengelolaan Parkir Jalan Yumaga
Rencana Kerja DPRD Banten Tahun 2027 Rampung Dibahas, Apa Saja?
Wakil Ketua DPRD Banten Barhum Buka Jalan Tindak Lanjut Aspirasi Pendamping Koperasi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:02

Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:12

DPRD Banten Kawal Pemutakhiran Data Kesejahteraan Agar Bansos Tepat Sasaran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33

Komisi V DPRD Banten Fasilitasi Mediasi Sengketa Lahan SMAN 1 Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page