“Gabah dijual sebagai gabah, ikan dijual sebagai ikan segar. Padahal nilai tambah terbesar justru muncul ketika produk tersebut diolah lebih lanjut,” katanya.
Ia mencontohkan hasil perikanan yang dapat dikembangkan menjadi produk fillet, ikan kaleng, makanan beku, hingga industri pengolahan rumput laut. Begitu pula hasil pertanian yang dapat diolah menjadi beras premium, produk pangan olahan, maupun bahan baku industri lainnya.
Selain hilirisasi, sektor primer juga masih menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan modal, rendahnya produktivitas, minimnya fasilitas penyimpanan hasil panen dan tangkapan, serta panjangnya rantai distribusi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, selisih harga yang diterima petani dan nelayan dengan harga yang dibayar konsumen sering kali sangat besar.
Tol Serang–Panimbang dan Harapan Pemerataan
Dalam jangka panjang, Hady melihat pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi kesenjangan pembangunan di Banten.
Infrastruktur tersebut diharapkan mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan dari wilayah selatan menuju pusat-pusat ekonomi dan pasar yang lebih luas.
Namun, pembangunan infrastruktur saja tidak cukup apabila tidak diikuti pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.
Menurut dia, wilayah selatan Banten sebaiknya difokuskan sebagai pusat agroindustri dan industri pengolahan hasil perikanan, bukan sekadar menjadi pemasok bahan baku.
“Strategi pembangunan Banten ke depan bukan mengurangi peran industri, tetapi memperluas basis industrialisasi yang berbasis pertanian dan perikanan. Dengan begitu, nilai tambah bisa tercipta di daerah asal dan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Data Triwulan I 2026 menunjukkan ekonomi Banten masih berada pada jalur pertumbuhan yang positif. Namun, angka pertumbuhan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah terbesar pemerintah daerah bukan sekadar menjaga laju ekonomi tetap tumbuh, melainkan memastikan pertumbuhan itu mampu menjangkau seluruh wilayah dan lapisan masyarakat secara lebih merata.
Editor : Imam Maulana








