TOTALBANTEN.COM, SERANG – Penyakit diabetes melitus kini tidak lagi identik dengan kelompok usia dewasa. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat kasus diabetes juga ditemukan pada anak-anak, bahkan terdapat satu kasus yang terjadi pada bayi berusia di bawah satu tahun.
Berdasarkan data Dinkes Banten per 10 Juni 2026, jumlah penderita diabetes pada kelompok usia 1 hingga 5 tahun mencapai 241 kasus. Sementara itu, pada kelompok usia 6 hingga 14 tahun tercatat sebanyak 1.651 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Astuti, mengatakan diabetes pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, tergantung jenis diabetes yang diderita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, diabetes tipe 1 umumnya terjadi akibat gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel pankreas penghasil insulin. Akibatnya, tubuh kehilangan kemampuan memproduksi hormon insulin secara normal sehingga kadar gula darah sulit dikendalikan.
“Pada diabetes tipe 1, kerusakan sel pankreas terjadi karena proses autoimun sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan insulin yang dibutuhkan,” jelas Ati.
Sementara itu, diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh mengalami resistensi insulin atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Kondisi ini membuat kadar gula dalam darah meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan.
Ati menjelaskan, sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, antara lain pola makan tidak sehat, konsumsi gula berlebih, kurang aktivitas fisik, gangguan tidur, kelebihan berat badan atau obesitas, faktor keturunan, hingga pertambahan usia.
Tingginya jumlah kasus diabetes pada kelompok usia anak menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Karena itu, masyarakat diimbau mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini guna menekan risiko penyakit tersebut.
Menurut Ati, langkah pencegahan paling efektif dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua diharapkan membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang, aktif bergerak atau berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga, mulai dari pola makan yang baik, aktivitas fisik yang cukup, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar Ati, Minggu (14/6/2026).
Dinkes Banten berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya diabetes dapat membantu menekan angka kasus penyakit tidak menular tersebut, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada generasi muda yang kini mulai rentan terhadap penyakit metabolik.
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Senin, 26 Oktober 2026 - 18:19
Proyeksi APBD Pandeglang Tahun 2027 Melenceng dari RPJMD Era Dewi-IingJumat, 23 Oktober 2026 - 18:30
Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati SerangJumat, 23 Oktober 2026 - 18:18
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan BupatiKamis, 22 Oktober 2026 - 21:59
RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan PasienKamis, 22 Oktober 2026 - 09:00
Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke ProvinsiBerita Terbaru
News
Kebakaran Hutan di Mancak Hanguskan Setengah Hektare, Cagar Alam Gunung Tukung Gede Terancam
Senin, 26 Okt 2026 - 23:28
Metropolis
Tinawati Sentil Kebiasaan Buang Sampah, PKK Banten Diminta Bergerak dari Rumah
Senin, 26 Okt 2026 - 21:45
Metropolis
Wajah Nahkoda Pokja Wartawan Banten Berganti, Anwar dan Jejen Pimpin Periode 2026–2029
Senin, 26 Okt 2026 - 18:49
Legislatif
Proyeksi APBD Pandeglang Tahun 2027 Melenceng dari RPJMD Era Dewi-Iing
Senin, 26 Okt 2026 - 18:19
Ekonomi & Bisnis
Senin, 26 Okt 2026 - 16:04

You cannot copy content of this page






