Lebih lanjut, ia mengatakan kredit macet merupakan sebuah resiko bisnis yang selalu ditemui lembaga perbankan
“Ini sebuah resiko bisnis yang memang itu berdampak akibat, ada sebabnya apa? mungkin debitur-debitur itu adalah memang faktanya adalah sebagian besar debiturnya adalah swasta-swasta yang mengundang anak-anak KK. Sehingga yang dia tidak tidak mencarterkan untuk macet ya, sehingga terjadi,” ungkap Faisal
Dalam kondisi ini, ia menegaskan telah melakukan pengauditan tegas dengan penagihan dan MOU serta bekerja sama dengan pihak pengacara dan inspektorat agar kredit macet bisa tertangani
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penagihan sama MOU dengan pengacara dan inspektorat. Untuk melakukan penagihan ke pada debitur itu,” tuturnya.
Oleh karena itu, ia menyatakan kenaikan kredit macet sama sekali tidak ada tindakan korupsi dari internal
“Sejauh ini sih BPR sudah melakukan analisis yang cukup memadai ya. Karena kan resiko-resiko itu sudah dianalisis sebelumnya dengan ada jaminan-jaminan dan ada SK, Jaminan sertifikat kalau memang ada dia enggak punya ini, ” jelasnya.
Ditengah kredit macet menjadi perbincangan publik ia menegaskan, tidak ada sedikitpun konflik kepentingan
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya