Debitur Karyawan Kena PHK Jadi Penyumbang Terbesar Kredit Macet di BPR Serang

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:02

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Serang, Faisal Rahmansyah dok; (Ipung)

Lebih lanjut, ia mengatakan kredit macet merupakan sebuah resiko bisnis yang selalu ditemui lembaga perbankan

“Ini sebuah resiko bisnis yang memang itu berdampak akibat, ada sebabnya apa? mungkin debitur-debitur itu adalah memang faktanya adalah sebagian besar debiturnya adalah swasta-swasta yang mengundang anak-anak KK. Sehingga yang dia tidak tidak mencarterkan untuk macet ya, sehingga terjadi,” ungkap Faisal

Dalam kondisi ini, ia menegaskan telah melakukan pengauditan tegas dengan penagihan dan MOU serta bekerja sama dengan pihak pengacara dan inspektorat agar kredit macet bisa tertangani

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penagihan sama MOU dengan pengacara dan inspektorat. Untuk melakukan penagihan ke pada debitur itu,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia menyatakan kenaikan kredit macet sama sekali tidak ada tindakan korupsi dari internal

“Sejauh ini sih BPR sudah melakukan analisis yang cukup memadai ya. Karena kan resiko-resiko itu sudah dianalisis sebelumnya dengan ada jaminan-jaminan dan ada SK, Jaminan sertifikat kalau memang ada dia enggak punya ini, ” jelasnya.

Ditengah kredit macet menjadi perbincangan publik ia menegaskan, tidak ada sedikitpun konflik kepentingan

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar
72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang
Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen
Forum Anak Sampaikan Lima Tuntutan, Pemprov Banten Janji Wujudkan Aspirasi Forum Anak.
Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus
Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik
TPT Kabupaten Serang Tetap Tinggi Meski Turun 0,2 Persen
Gubernur Banten Alokasikan Rp10,8 Miliar untuk Bangun Jembatan di Serang, Ditargetkan Rampung November 2026
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:57

72 Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Marnah Menunggu Uluran Tangan Pemerintah yang Tak Kunjung Datang

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:27

Krisis Air Mencekik! Lebih dari 40 Hektar Sawah di Binong Gagal Panen

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:45

Abuya Muhtadi Pimpin Deklarasi Tolak LGBT di Pandeglang, Desak Pemkab Terbitkan Aturan Khusus

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50

Soroti Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Banten, Pengamat; Jangan Jadi Ruang Akomodasi Kepentingan Politik

Berita Terbaru

Exit mobile version