TOTALBANTEN.COM,SERANG— Olahraga catur bukan sekadar adu tangkas di atas papan kotak hitam-putih. Di balik setiap pergeseran bidak, terkandung simulasi kehidupan yang mengajarkan kalkulasi matang, kesabaran, dan ketahanan mental. Karakteristik inilah yang diharapkan mampu meresap ke dalam jiwa para atlet muda yang tengah berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Provinsi Banten 2026.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa catur memiliki daya tawar yang besar dalam membangun karakter generasi muda. Di tengah gempuran distraksi digital, catur hadir sebagai medium kontemplasi yang positif.
“Daripada menghabiskan waktu luang dengan gawai tanpa arah, catur menawarkan filosofi yang luar biasa. Olahraga ini melatih anak-anak kita untuk berpikir strategis, fokus, dan menghargai proses,” ujar Dimyati saat meninjau langsung arena pertandingan cabang olahraga catur di Aula DPRD Kota Cilegon, Sabtu (14/6/2026),
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dimyati, ajang multi-event seperti Popda tidak boleh terjebak pada orientasi jangka pendek, yakni sekadar berburu medali emas. Lebih dari itu, kompetisi ini harus diletakkan dalam koridor investasi manusia. Bidak-bidak catur, dari pion hingga menteri, merepresentasikan proses tumbuh kembang seorang individu.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







