TOTALBANTEN.COM, PANDEGLANG – Sejumlah petani dan aktivis agraria di Kabupaten Pandeglang mendeklarasikan Serikat Petani Banten (SPEBA) sebagai wadah perjuangan petani untuk mendorong reforma agraria yang lebih substantif dan memperkuat kedaulatan pangan di Provinsi Banten.
Deklarasi SPEBA berlangsung di Posko Petani Kampung Montor, Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis, Sabtu (6/6/2026) malam. Organisasi ini lahir di tengah masih berlangsungnya berbagai persoalan agraria, mulai dari konflik lahan, ketimpangan penguasaan tanah, hingga terbatasnya akses petani terhadap sumber-sumber produksi.
Bagi para penggagasnya, reforma agraria tidak cukup dimaknai sebagai pembagian sertifikat tanah. Lebih dari itu, reforma agraria harus mampu menata ulang struktur penguasaan lahan agar manfaat sumber daya agraria dapat dirasakan secara lebih adil oleh masyarakat, terutama petani kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam deklarasi tersebut hadir aktivis reforma agraria Nandang Wirakusuma yang dikenal aktif mendampingi perjuangan petani sejak era pascareformasi. Ia menyebut kelahiran SPEBA sebagai kelanjutan dari semangat perjuangan organisasi petani yang telah lebih dahulu tumbuh di Banten.
“Reforma agraria sejati adalah membagi keadilan, bukan sekadar kertas sertifikat. Hari ini kita berdiri bersama untuk mengawal hak-hak rakyat. SPEBA ini adalah SPB Reborn. Namanya berubah, tetapi semangat perjuangannya tetap sama, yakni memperjuangkan reforma agraria yang berpihak kepada petani,” ujar Nandang.
Deklarasi organisasi turut dirangkai dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas berdirinya Posko Petani yang dibangun secara swadaya oleh anggota dan kader organisasi. Posko tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas sekaligus ruang konsolidasi petani di wilayah selatan Banten.
Editor : Andre Sumanegara
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







