Belanja Pegawai Kabupaten Serang Naik Lima Tahun Berturut-turut, Tak Patuh Aturan?

Senin, 8 Juni 2026 - 08:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dokumen APBD Kabupaten Serang. (Dok)

Ilustrasi dokumen APBD Kabupaten Serang. (Dok)

Sebab, kondisi tersebut berpotensi menciptakan ketergantungan APBD terhadap belanja rutin yang sulit dikendalikan pada tahun-tahun berikutnya.

“Ketika belanja pegawai terus naik, sementara belanja modal relatif kecil, maka muncul pertanyaan mengenai arah pembangunan daerah. APBD jangan sampai lebih berfungsi sebagai alat membiayai birokrasi daripada instrumen pembangunan,” katanya.

Diketahui, belanja pegawai dialokasikan untuk membayar gaji, tunjangan, tambahan penghasilan pegawai (TPP), gaji PPPK, honorarium, hingga belanja kepala daerah dan DPRD.

Belanja pegawai yang lebih besar memunculkan ketimpangan dalam komposisi APBD. Ketika hampir separuh anggaran daerah terserap untuk membiayai birokrasi, alokasi untuk pembangunan infrastruktur dan penyediaan aset yang berdampak langsung kepada masyarakat justru relatif terbatas.

Padahal, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah menegaskan bahwa APBD harus dikelola secara efektif, efisien, ekonomis, transparan dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat.

BACA JUGA :  Serapan APBD Kabupaten Serang Baru 24,84 Persen, Didominasi Belanja Pegawai

Regulasi tersebut juga menempatkan belanja modal sebagai instrumen untuk memperoleh aset dan sarana yang memberikan manfaat jangka panjang bagi publik.

“Pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian, harus dilihat lagi kira-kira sisi kepantasan, kepatuhannya dan kesesuaian dengan beban belanja pegawai tersebut. DPRD sebagai wakil rakyat harus ngomong ke eksekutif, ini harus dilihat lagi,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Pemkab Serang Buka Beasiswa Boarding School untuk Siswa Berprestasi

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien
Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi
Jalan Desa Jadi Prioritas, Pemkab Serang Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang Molor Dua Jam, Fraksi PDI-P Enggan Bacakan Pandangan Umum
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:30

Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:59

RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00

Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page