Sungai Cibanten Tersumbat Sampah, Ancaman Banjir Mengintai Kota Serang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan Sampah di Sungai Cibanten, Kota Serang. (Dok)

Penampakan Sampah di Sungai Cibanten, Kota Serang. (Dok)

Ketika menemukan hambatan berupa pohon tumbang, sampah kemudian berkumpul dan membentuk penyumbatan besar.

“Kalau tidak segera ditangani, tumpukan sampah ini bisa terus bertambah dan menghambat aliran sungai lebih parah lagi,” kata Lulu, Sabtu (6/6/2026).

Persoalan tersebut juga menjadi gambaran masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam mengelola sampah. Sungai yang seharusnya dijaga sebagai sumber kehidupan dan saluran air alami masih kerap dijadikan tempat pembuangan limbah rumah tangga.

Kondisi itu tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi ketika banjir terjadi. Aktivitas warga dapat terganggu, fasilitas umum terdampak, hingga muncul ancaman penyakit akibat lingkungan yang tercemar.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3), Komunitas Peduli Sungai Banten, serta tim Pramuka melakukan aksi pembersihan selama dua hari.

BACA JUGA :  Langkah Tegas DPRD Banten; Hapus Anggaran Sosper Rp67 Miliar untuk Dukung Program Kerakyatan

Pada hari pertama, Jumat (5/6/2026), petugas dan relawan fokus mengurai tumpukan sampah yang berada di tengah aliran sungai. Karena lokasi sulit dijangkau kendaraan berat, sampah harus dipindahkan secara manual ke titik-titik yang memungkinkan untuk dilakukan pengangkutan.

Kegiatan dilanjutkan pada Sabtu (6/6/2026) dengan melibatkan lebih banyak personel. Sampah yang telah diurai kemudian dipindahkan ke sejumlah titik pengangkutan di kawasan Pipa Gas Unyur, Jembatan Kidemang, Kampung Kelanggaran, dan Kampung Angsana.

BACA JUGA :  Pemkot Tangerang Intensifkan Pemantauan Pintu Air, Antisipasi Cuaca Ekstrem

Penulis

  • Engkos Kosasih

    Engkos Kosasih adalah jurnalis dan founder Total Banten. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memulai karier jurnalistik pada awal 2016. Selama menekuni dunia pers, ia fokus pada isu pemerintahan, kebijakan publik, politik daerah, serta persoalan sosial dan lingkungan Banten.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien
Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi
Jalan Desa Jadi Prioritas, Pemkab Serang Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang Molor Dua Jam, Fraksi PDI-P Enggan Bacakan Pandangan Umum
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:30

Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:59

RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00

Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page