Namun, di balik peluang tersebut tersimpan tantangan baru. Persentase penduduk berusia 60 tahun ke atas kini telah mencapai 9,51 persen dari total populasi.
Angka itu mengindikasikan Banten mulai memasuki fase transisi menuju masyarakat menua, sehingga kebutuhan terhadap layanan kesehatan, perlindungan sosial, serta fasilitas ramah lansia akan semakin meningkat pada masa mendatang.
Dari sisi fertilitas, Banten mencatat Total Fertility Rate (TFR) sebesar 1,96. Angka ini menunjukkan rata-rata perempuan di Banten melahirkan sekitar dua anak selama masa reproduksinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara demografis, kondisi tersebut menandakan laju pertumbuhan penduduk mulai bergerak menuju tingkat yang lebih terkendali.
Penurunan tingkat kelahiran itu berjalan seiring dengan tingginya penggunaan alat kontrasepsi. SUPAS 2025 mencatat Contraceptive Prevalence Rate (CPR) mencapai 67,70 persen, yang berarti lebih dari dua pertiga pasangan usia subur memanfaatkan metode kontrasepsi dalam perencanaan keluarga.
Pada aspek kesehatan, indikator kematian bayi dan balita menunjukkan kondisi yang relatif baik meskipun masih memerlukan perhatian.
Angka Kematian Bayi (IMR) tercatat 12,94 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan Angka Kematian Balita (U5MR) berada pada level 15,13 per 1.000 kelahiran hidup.
SUPAS 2025 juga menggambarkan karakteristik sosial masyarakat Banten yang semakin terbuka dan terhubung. Rasio jenis kelamin tercatat sebesar 103, yang berarti terdapat sekitar 103 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








