Taman Mangun Indah Perlahan “Tergusur” Air di Tengah Gemerlap Kawasan Komersial Bintaro 

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:22

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Suasana Banjir Menggenangi Ruas Jalan di Kawasan Perumahan Taman Mangu Indah, kota Tanggerang Selatan, Dok : (Totalbanten.com)

TOTALBANTEN.COM, TANGERANG – Di pinggiran kawasan komersial Bintaro Sektor 9, Kota Tangerang Selatan yang tumbuh dengan wajah modern, ada ruang-ruang sunyi yang luput dari sorotan.

Salah satunya Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, yang berdiri tak jauh dari pusat aktivitas dan gemerlap kota.

Bagi warganya, perumahan ini menjadi saksi bisu bagaimana kawasan komersial Bintaro Sektor 9 terus tumbuh dan rumah-rumah warga satu persatu dijual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pagi itu, sekitar pukul 10.30 WIB, jalanan di RW 12, Mangu Indah tampak lengang. Tak ada riuh pedagang keliling atau anak-anak yang bersepeda.

Yang menonjol justru deretan papan bertuliskan “Dijual” di pagar-pagar rumah. Jika dihitung, jumlahnya mencapai 38 rumah

Sebagian papan telah memudar, catnya terkelupas, bahkan ada yang miring seolah dibiarkan waktu berbicara sendiri.

Di tengah perumahan ini mengalir Kali Ciputat, membelah wilayah antara Kelurahan Jurang Mangu Barat dan Pondok Aren. Dahulu, aliran air itu menjadi bagian dari keseharian yang tenang.

Kini, ia lebih sering hadir sebagai ancaman. Ya, kawasan perumahan menengah ke bawah tersebut kerap diterjang banjir.

Penyebab sebagian warga memilih menjual rumah adalah karena lokasi itu sering terjadi banjir. Hal itu diungkapkan Marwoto, warga sekitar.

“Saya kurang tahu ya, tapi yang jelas karena banjir,” ujarnya, saat ditanya perihal banyak rumah tetangganya yang dijual, Jumat (1/5/2026).

Pria dengan baris kerut di dahi itu, sudah berdiam di wilayah ini sejak sepertiga abad lebih. Ia menceritakan, lingkungan sekitar rumahnya dulu masih dikelilingi kebun dan lahan terbuka.

Air mengalir jernih di saluran kecil, tanpa pernah meneror dan mengancam. Namun kini, setiap mendung datang, kecemasan turut mengiringi jatuhnya setiap rintik hujan yang berujung pada genangan.

Marwoto berasumsi, kondisi itu ditenggarai masifnya pembangunan kawasan komersil di hulu kali.

“Dulu mah di kawasan Bintaro itu masih banyak kebun dan air sungai nya juga masih bersih, tapi karena mulai banyak bangunan, jadi kan buang airnya ke sini semua. Makanya ya banjir,” katanya.

Cerita serupa juga datang dari warga lain yang enggan disebutkan namanya.

Pria yang mengenakan pakaian berwarna kuning itu mengatakan, fenomena rumah dijual secara massal mulai terlihat sejak 2024, ketika banjir semakin sering melanda kawasan tersebut.

“Mulai banyak rumah yang pasang plang dijual itu, dua tahun terakhir ini. Tapi ya gitu, nggak cepat laku,” katanya.

Menurutnya, banjir tak hanya merusak rumah, tetapi juga menggerus rasa aman.

“Soalnya kalau sudah banjir itu, tinggi airnya bisa sampai sebetis orang dewasa,” sebutnya.

Asumsi dan persepsi warga Taman Mangu Indah, bukan lah sekadar isapan jempol belaka. Baru-baru ini, muncul peristiwa sejumlah wakil rakyat mendatangi kawasan pusat perbelanjaan Mall Bintaro X-Change, yang dikelola dan dibangun oleh milik PT Jaya Real Properti.

Hasil temuan wakil rakyat di lokasi itu, bangunan yang kerap dikunjungi masyarakat kelas atas tersebut, diduga kuat berdiri di atas tanah yang dahulunya merupakan ali kali ciputat yang mengalir hingga ke kawasan Perumahan Taman Mangu Indah.

Hingga saat ini, desas desus dugaan tersebut masih terus menjadi bahan pembicaraan publik.

Editor : Imam Maulan

Sumber Berita : Totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page

Exit mobile version