TOTALBANTEN.COM, TANGERANG – Di pinggiran kawasan komersial Bintaro Sektor 9, Kota Tangerang Selatan yang tumbuh dengan wajah modern, ada ruang-ruang sunyi yang luput dari sorotan.
Salah satunya Perumahan Taman Mangu Indah, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, yang berdiri tak jauh dari pusat aktivitas dan gemerlap kota.
Bagi warganya, perumahan ini menjadi saksi bisu bagaimana kawasan komersial Bintaro Sektor 9 terus tumbuh dan rumah-rumah warga satu persatu dijual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pagi itu, sekitar pukul 10.30 WIB, jalanan di RW 12, Mangu Indah tampak lengang. Tak ada riuh pedagang keliling atau anak-anak yang bersepeda.
Yang menonjol justru deretan papan bertuliskan “Dijual” di pagar-pagar rumah. Jika dihitung, jumlahnya mencapai 38 rumah
Sebagian papan telah memudar, catnya terkelupas, bahkan ada yang miring seolah dibiarkan waktu berbicara sendiri.
Di tengah perumahan ini mengalir Kali Ciputat, membelah wilayah antara Kelurahan Jurang Mangu Barat dan Pondok Aren. Dahulu, aliran air itu menjadi bagian dari keseharian yang tenang.
Kini, ia lebih sering hadir sebagai ancaman. Ya, kawasan perumahan menengah ke bawah tersebut kerap diterjang banjir.
Penyebab sebagian warga memilih menjual rumah adalah karena lokasi itu sering terjadi banjir. Hal itu diungkapkan Marwoto, warga sekitar.
“Saya kurang tahu ya, tapi yang jelas karena banjir,” ujarnya, saat ditanya perihal banyak rumah tetangganya yang dijual, Jumat (1/5/2026).
Pria dengan baris kerut di dahi itu, sudah berdiam di wilayah ini sejak sepertiga abad lebih. Ia menceritakan, lingkungan sekitar rumahnya dulu masih dikelilingi kebun dan lahan terbuka.
Air mengalir jernih di saluran kecil, tanpa pernah meneror dan mengancam. Namun kini, setiap mendung datang, kecemasan turut mengiringi jatuhnya setiap rintik hujan yang berujung pada genangan.
Marwoto berasumsi, kondisi itu ditenggarai masifnya pembangunan kawasan komersil di hulu kali.
“Dulu mah di kawasan Bintaro itu masih banyak kebun dan air sungai nya juga masih bersih, tapi karena mulai banyak bangunan, jadi kan buang airnya ke sini semua. Makanya ya banjir,” katanya.
Cerita serupa juga datang dari warga lain yang enggan disebutkan namanya.
Pria yang mengenakan pakaian berwarna kuning itu mengatakan, fenomena rumah dijual secara massal mulai terlihat sejak 2024, ketika banjir semakin sering melanda kawasan tersebut.
“Mulai banyak rumah yang pasang plang dijual itu, dua tahun terakhir ini. Tapi ya gitu, nggak cepat laku,” katanya.
Menurutnya, banjir tak hanya merusak rumah, tetapi juga menggerus rasa aman.
“Soalnya kalau sudah banjir itu, tinggi airnya bisa sampai sebetis orang dewasa,” sebutnya.
Asumsi dan persepsi warga Taman Mangu Indah, bukan lah sekadar isapan jempol belaka. Baru-baru ini, muncul peristiwa sejumlah wakil rakyat mendatangi kawasan pusat perbelanjaan Mall Bintaro X-Change, yang dikelola dan dibangun oleh milik PT Jaya Real Properti.
Hasil temuan wakil rakyat di lokasi itu, bangunan yang kerap dikunjungi masyarakat kelas atas tersebut, diduga kuat berdiri di atas tanah yang dahulunya merupakan ali kali ciputat yang mengalir hingga ke kawasan Perumahan Taman Mangu Indah.
Hingga saat ini, desas desus dugaan tersebut masih terus menjadi bahan pembicaraan publik.
Editor : Imam Maulan
Sumber Berita : Totalbanten.com